Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Tuesday, 9 June 2015

88 Pekerja Seks Komersial (PSK) di Wamena Pulang Kampung

WAMENA (JAYAWIJAYA) – Komitmen pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk memulangkan para Pekerja Seks Komersial (PSK) yang terjaring razia oleh Polres Jayawijaya beberapa waktu lalu, akhirnya dilakukan. Sebanyak 88 orang PSK ditambah dua orang anak kecil dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

Sebanyak 50 orang dengan rincian 48 orang PSK ditambah dua anak kecil dipulangkan dengan menggunakan penerbangan Ekspress Air dari Bandara Wamena, dengan tujuan yang beragam, ke Jayapura, Jakarta, Surabaya, Kalimantan maupun daerah lainnya di pulau Jawa.

“Ini sudah komitmen kita, karena pekerjaan PSK tidak diberikan izin. Awalnya kita akan pulangkan mereka hari minggu (7/5) tetapi karena tiket ke luar Jayapura susah sehingga baru hari ini dipulangkan,” kata Wakil Bupati Jayawijaya, John Banua di Bandara Wamena, Senin (8/6).

Pemulangan para PSK ini sendiri mendapat pengawalan langsung dari anggota Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Jayawijaya, sebelumnya sempat di data kembali di ruang data Polsek KP3 Udara sebelum boarding.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jayawijaya, H. Rustam kepada wartawan mengatakan, pemulangan para PSK dilakukan dua tahap, tahap pertama, sedangkan sisanya akan dipulangkan pada Selasa (9/6).

“Jadi, ada 50 orang yang dipulangkan hari ini dengan tujuan ada 20 orang tujuan Jayapura sedangkan sisanya ada tujuan Surabaya, Jakarta, Kalimantan, Solo, Semarang, tiketnya kita berikan dan ketika di Jayapura sudah ada yang mengurus untuk keluar Jayapura,”kata Rustam.

Untuk tiketnya sendiri, Rustam menegaskan telah ditanggung seluruhnya oleh pemerintah daerah Jayawijaya, di mana pemulangan ini tidak mendapat pengawalan khusus.

Ditambahkan, seluruh PSK yang dipulangkan telah di data dan jika lain waktu mereka kembali ke Wamena untuk menjalani profesi serupa, maka tindakan tegas akan diambil baik oleh pemerintah daerah maupun kepolisian.

“Kami sudah data, foto perorang juga sudah diambil juga surat jalan pun diberikan bagi mereka yang tidak memiliki KTP, kami juga sudah membuat satu surat pernyataan apabila mereka kembali berarti sanksi hukumanya tidak akan dipulangkan lagi, tetapi ada sanksi hukum yang lebih berat,” tegasnya.

Untuk pengawasannya sendiri akan lebih diperketat, begitu juga tempat-tempat yang dijadikan lokalisasi izinnya akan dicabut.

“Dari total 88 PSK ini, ada sekitar 20-an orang yang terkena HIV-AIDS sesuai data dari YUKEMDI dan KPA Jayawijaya. YUKEMDI dan KPA juga sudah memberikan surat rujukan, sehingga selanjutnya bisa melanjutkan pengobatan di daerah masing-masing, obat pun diberikan sehingga bisa dikonsumsi di sana untuk kelangsungan pengobatan,” tambah Rustam. [Jubi]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :