Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 2 August 2015

Oknum Pejabat Bagikan Foto 'Selfie' Bugil ke Media Sosial, Negara Diminta Tegas

PORT MORESBY - Seorang oknum Kepala Instansi Pemerintah Papua Niugini menjadi bahan tertawaan oleh masyarakat Papua New Guinea setelah pejabat itu mengupload ke jejarang sosial gambar bugil dirinya di depan sebuah cermin.

Pejabat Pemerintah dengan wajahnya yang jelas itu berpose telanjang dan mengambil 'selfie' dirinya di kamar tidur, kemungkinan gambar itu diambil dari sebuah hotel diluar negeri.

Gambar tidak terhormat itu pun telah menyebar cepat di media sosial, baik facebook maupun twitter dan instagram.

Gubernur West Sepik, Belden Namah menyayangkan hal ini dan meminta Perdana Menteri PNG, Peter O'Neill untuk segera mengambil sikap dengan memecat secara tidak hormat oknum pejabat itu sebab ia membawa keburukan atas pelayanan pemerintahan dan instrumen negara.

"Ini adalah sebuah aib dan sesuatu yang tidak profesional dan bertentangan dengan upaya-upaya menjangkau Pelayanan Publik," kata Namah kepada thenational.co.pg.

"Saya mengimbau pejabat itu agar segera mengundurkan diri dari kantor yang dipimpinnya. Ia telah merendahkan status intansi itu. Sebab para birokrat senior yang mengepalai kantor ini memiliki peran sangat penting dalam meningkatkan berhubungan dengan negara luar," lanjutnya.

Namah mengatakan oknum pejabat itu saat ini sedang melakukan pertemuan dengan beberapa negara di luar negeri. Sebab dengan melakukan hal ini oknum pejabat tersebut merusak upaya pemerintah untuk meredam peningkatan pornografi dan pornoaksi melalui dunia maya.

"Saat ini, kita sedang berbicara tentang meningkatnya jual beli materi pornografi di negeri ini," kata Namah.

"Pemerintah dan gereja telag melakukan yang terbaik untuk mengendalikan dan mengurangi peredaran pornografi. Namun saat ini kita juga memiliki seorang pejabat senior pemerintah yang dengan senonohnya mempromosikan pornografi."

Namah kemudian mengatakan telah meminta Komisi Ombudsman untuk menuntut pejabat tersebut dengan Kode Kepemimpinan Pejabat dan Pegawai Pemerintah.

Sementara itu Komisaris Polisi PNG, Gari Baki telah mengatakan pihaknya tidak dapat berbuat banyak sebab kewenangan mereka atas penindakan aksi tidak senonoh di dunia maya belum memiliki dasar hukumnya.

Ia menyarakan agar pemerintah dan legislatif dapat membuat kebijakan yang kuat pada kejahatan cyber untuk mencegah dan mengendalikan peredaran seperti bahan tidak senonoh ini di media sosial.[TheNational]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :