Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 25 April 2013

Buka Isolasi Wilayah, Kabupaten Intan Jaya Bangun Jalan dan Jembatan

loading...
SUGAPA (INTANJAYA) - Tahun ini Pemerintah Kabupaten Intan Jaya memfokuskan pembangunan di bidang infrastruktur jalan dan jembatan, dari Intan Jaya menuju kabupaten Paniai dan Timika. Hal ini guna membuka keterisolasian.

Bupati Intan Jaya, Nathalis Tabuni mengklaim, selama ini akses menuju wilayahnya hanya bisa ditempuh dengan menggunakan pesawat berbadan kecil. Tidak hanya itu, dari satu distrik ke distrik lain juga hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki melewati lereng lereng gunung.

“Ya untuk infrastruktur yang sedang kami upayakan adalah dari Intan Jaya menuju Paniai. Karena Paniai sudah akses terbuka dari Nabire - Enarotali. Kemudian dari Timika lari naik ke Enaro. Sehingga dari Intan Jaya mengarah ke Enaro. Dengan demikian bisa tiga empat tahun ke depan jalan bisa terbuka,” ungkap Nathalis Tabuni.

Bupati Intan Jaya, Nathalis Tabuni mengaku, untuk jalan trans Papua ini rencananya akan dikerjakan secara borongan dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum Provinsi dan Balai Besar Jalan dan Jembatan. Hal ini karena menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) dan APBD Intan Jaya.

“Sekarang kita sudah mulai melakukan pekerjaan fisik untuk jalan yang menuju Paniai dengan menggunakan anggaran kabupaten,” tandasnya.

Tahun ini Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Intan Jaya adalah sebesar Rp 768 Miliar. 60 persen diantaranya digunakan untuk belanja public terutama di sector infrastruktur. [RadioSwaraNusaBangsa| KBR68H]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...