Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 24 April 2013

Fungky Papua, Juarai Mintz Nge-Dance Gokilz

loading...
JAKARTA -  Untuk menyalurkan kreativitas anak muda ke dalam wadah positif, permen lunak berlapis rasa mint, Mintz, menyelenggarakan kompetisi dance bertajuk Mintz Nge-Dance Gokilz. Yuna Eka Kristina, Head of Corporate and Marketing Communication Division Orang Tua Group sebagai distributor permen ini mengungkapkan bahwa kompetisi ini bertujuan untuk menjadi stimulus bagi anak muda agar bisa berpikir kreatif jauh di atas usianya.

Atas dasar pemikiran inilah Mintz berusaha menjadi "teman" agar anak muda mampu mencapai mimpi yang lebih baik, terutama untuk menjadi seorang penari.

"Pada dasarnya musik dan imajinasi tanpa batas adalah modal untuk membuat tarian unik yang belum pernah ada. Namun dalam proses pengembangannya, perlu sebuah wadah positif dan tepat seperti Mintz Nge-Dance Gokilz ini. Hal ini akan membantu mereka untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, kekompakan, serta kerjasama tim," ungkap koreografer Hamdi Fabas, saat konferensi pers Mintz Nge-Dance Gokilz di Demang Cafe, Sarinah, Jakarta, Jumat (19/04/2013) lalu.

Setelah melakukan roadshow di lima kota di Indonesia seprti Bandung, Surabaya, Jakarta, Medan, dan Manado, kompetisi ini sudah menyisakan 10 pemenang dari masing-masing kota. Antara lain Rocket Crew dan Ndex Dance dari Bandung, Es Cendol dan Ganas dari Surabaya, Fungky Papua dan Ultramen Crew dari Jakarta, Andika Dancer dan Vivacious dari Medan, serta Neo Tropedo dan Rejasq Squad dari Manado.

Dalam kompetisi ini, Hamdi Fabas (koreografer) dan Inu Dinurta (penari) didapuk menjadi jurinya. Tak seperti kompetisi menari lainnya yang menilai dari kreativitas gerakan, kekompakan tim, ekspresi, serta keselarasan dengan ritme musik, Mintz memiliki beberapa kriteria penilaian lainnya.

"Juri juga akan melihat dari adanya gerakan yang gokil khas anak muda, interaksi kepada penonton, dan juga penyampaian pesan positif dari tarian yang mereka bawakan," tambahnya.

Untuk memperebutkan gelar juara dan hadiah total senilai Rp 50 juta ini, finalis mengadu kebolehannya menari dalam babak grand final yang dilaksanakan di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (20/4/2013) lalu. Kompetisi ini menetapkan Fungky Papua (Jakarta) sebagai juara pertama, Rejasq Squad (Manado) sebagai juara kedua, Ganas (Surabaya) sebagai juara ketiga, Rocket Crew (Bandung) sebagai juara harapan, dan Ndex (Bandung) sebagai juara favorit.

"Kami berharap acara ini bisa memberi manfaat positif bagi anak muda Indonesia, agar mereka terus terpacu untuk mengembangkan kreativitas dan bakat yang dimiliki tanpa takut dinilai aneh selama masih dalam norma positif seperti menari," tutup Yuna. [FemaleKompas| Kompas]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...