Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 11 April 2013

Keindahan Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Setara dengan Raja Ampat

loading...
RUMBERPON (TELUK WONDAMA) - Berbicara mengenai keindahan laut Indonesia, biasanya orang spontan langsung menyebut Raja Ampat sebagai tempat terindah untuk melihat alam bawah laut. Padahal, di Papua masih ada keindahan laut lain yang tak kalah menarik dengan Raja Ampat.

Raja Ampat berada di Provinsi Papua Barat. Namun kepulauan tersebut bukan satu-satunya yang menyimpan kecantikan alam bawah laut di ujung Timur Indonesia. Di Papua, ada Taman Nasional Teluk Cendrawasih yang tak kalah cantik dari Raja Ampat.

Taman Nasional ini membentang dari timur Semenanjung Kwatisore hingga Pulau Rumberpon dengan panjang garis pantai 500 kilometer. Hal ini menjadikannya Taman Nasional Laut terluas di Indonesia, dengan total luas kurang lebih 1.453.000 hektar.

Kawasan Teluk Cendrawasih yang dijadikan taman nasional sejak 1993 ini dikenal kaya akan ikan. Setidaknya hidup 209 jenis ikan, seperti butterfly fish, angel fish, damselfish, parrot fish, rabbit fish, dan anemone fish. Selain itu juga menjadi area perkembangbiakan empat jenis penyu, yaitu penyu sisik, penyu hijau, penyu lekang dan penyu belimbing.

Sesekali, saat berlayar di Teluk Cendrawasih ini Anda akan melihat ikan duyung atau dugong dan juga lumba-lumba yang berlompatan. Bila beruntung, sering terlihat paus biru besar dan ikan hiu di permukaan air. Hiu paus, spesies hiu terbesar di dunia juga sering nampak di perairan Kwatisore, Nabire ini.

Hiu paus merupakan satwa air yang hanya ditemui di perairan Papua, Filipina, Australia, dan Afrika Selatan. Hiu ini bermigrasi untuk mencari makan dan berkembang biak. Biasanya, di Australia hiu ini hanya terlihat pada saat musim panas namun di Teluk Cendrawasih justru hampir selalu ada, demikian seperti dikutip dari buklet Wisata Bahari dari Kementrian Kehutanan.

Keberadaan hiu paus ini menjadikan peluang pariwisata besar bagi Teluk Cendrawasih. Hiu-hiu ini terlihat sering berenang di sekitar kapal nelayan. Bila ingin memanggil mereka, Anda tinggal melempar ikan puri ke laut, kemudian hiu ini akan menyambutnya ke permukaan air. Banyak juga wisatawan yang snorkeling atau diving untuk melihat hiu paus ini dari jarak dekat di bawah laut.

Sayangnya, di kawasan Taman Nasional Teluk Cendrawasih ini belum tersedia fasilitas pariwisata seperti Dive Center, penginapan atau resor. Wisatawan yang ingin menginap dapat menggunakan pondok wisata milik Taman Nasional di Distrik Rumberpon ataupun di rumah-rumah penduduk.

Untuk menuju ke Taman Nasional Laut Teluk Cendrawasih ini, Anda dapat menggunakan pesawat yang terbang ke Manokwari atau Nabire. Dari lokasi tersebut, dilanjutkan perjalanan sepanjang 95 kilometer dengan menggunakan kapal motor. [TravelOkezone]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...