Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Friday, 12 April 2013

Sebagian Sawah di Merauke Terancam Kekeringan

loading...
MERAUKE - Musim panas yang telah berlangsung kurang lebih 3  minggu belakangan ini mengancam sebagian sawah yang ditanami padi oleh petani di Merauke akan mengalami kekeringan. Salah satunya sawah milik Yakobus Teranop, warga Kuda Mati yang padinya kini berumur sekitar 1 bulan.

Dikatakan, meski  sudah berusaha memompa air dari kolam Jalan Cikombong, namun air yang masuk ke dalam sawah langsung menghilang karena tanahnya  mulai retak-retak. Sementara kolam disedot airnya mulai kering.

"Kami hanya berharap mudah-mudahan musim panas ini tidak terlalu lama. Kalau tidak, tanaman padi bisa kering," harapnya.
  
Tidak hanya Yakobus yang melakukan penyedotan tapi petani lainnya juga melakukan hal sama. "Ya dimasukan pagi, siang airnya sudah tidak ada," tambahnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Merauke Ir. Bambang Dwiatmoko mengakui,  meski belum ada laporan resmi yang masuk tapi musim panas yang berlangsung sekitar 3 minggu belakangan ini bisa mengancam padi yang sudah ditanam jadi kering.

"Kami tetap waspada dengan mengoptimalkan pompa-pompa air yang  ada. Kami berharap dalam waktu dekat ini masih ada hujan yang signifikan," katanya. Namun begitu, lanjut dia, di bulan April ini, sebagian petani mulai panen. Cuaca yang cerah ini sangat baik  bagi petani yang sudah mulai panen, karena hasil panen  tidak mengalami kerusakan.

Menurut Bambang, bagi petani yang padinya berumur kurang dari  2 bulan, pihaknya melakukan pengamatan secara intensif, karena selain waspada terhadap bahaya kekeringan juga waspada terhadap serangan hama penyakit.  Karena padi dibawah umur 2 bulan, sangat rentan terhadap penyakit.

"Besok  kita akan melakukan pertemuan dengan seluruh petugas pengamat hama. Kita akan menjaring seluruh laporan-laporan dari petugas  baik masalah kekeringan maupun masalah serangan penyakit untuk kita bisa mengambil langkah-langkah kedepan," terangnya. Diakui Ir. Bambang, pada musim tanam tahun ini pihaknya menargetkan 35.000 ha luas tanam yang merupakan luas tanam terbesar selama ini.

"Kita harapkan pada musim  tanam gadu nanti, kita bisa mencapai luasan 14.000  ha. Tapi semuanya itu tergantung pada ketersediaan air," tambahnya. [CenderawasihPos]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...