Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 6 April 2013

Siap Menjadi Kota Lembah Balim, Ibukota Kabupaten Jayawijaya Pindah ke Muliama

loading...
WAMENA (JAYAWIJAYA) - Upaya pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk melakukan pemekaran Kota Madya Lembah Baliem serta melakukan pergeseran Kabupaten Jayawijaya ke wilayah Muliama telah mendapatkan restu dari pemerintah pusat.

Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo, S.Sos, SH, M.Par, MH, saat menghadiri acara deklarasi Forum Komunikasi Generasi Walak (FKGW) beberapa waktu lalu mengatakan, tekad pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk melakukan pemekaran Kota Madya Lembah Baliem serta melakukan pergeseran Kabupaten Jayawijaya sudah pasti akan teralisasi, sekalipun ada pihak yang tidak menginginkannya.

“Senang atau tidak senang,  suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, pergeseran Kabupaten Jayawijaya ini akan segera kita lakukan,” tegas Bupati Wempi.

Dan untuk mendukung upaya tersebut menurut Bupati Wempi Wetipo, mulai tahun 2014 mendatang akan di mulai pembangunan sarana infrastruktur Kabupaten Jayawijaya di Muliama.

“Jadi tahun 2014 kita akan mulai membangun sarana perkantoran untuk pergeseran Kabupaten Jayawijaya di Muliama,” jelasnya.

Hal tersebut sesuai dengan dokumen yang telah disampaikan ke pihak Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, serta telah dilakukan juga pembahasannya pada  tanggal 19 Maret 2013 bersama komisi II DPR-RI, dimana pada pertemua tersebut menghadirkan para Bupati dan Gubernur dan Provinsi Papua dan Papua Barat yang akan melakukan pemekaran wilayahnya.

Dalam pertemuan tersebut kata Bupati Wetipo, pihak Komisi II DPR-RI menyebutkan bahwa seluruh administrasi yang terkait dengan pemekaran Kota Madya Lembah Baliem telah dilengkapi dan menjadi inisiatif DPR-RI untuk disampaikan kepada pemerintah pusat untuk mengesahkannya menjadi daerah otonom baru di tahun 2013 ini.

“Pergeseran ini akan segera kita lakukan, dan Kota Madya akan segera turun, selanjutnya kita akan membentuk lagi tim untuk pemekaran provinsi pegunugan tengah karena itu sudah disetujui oleh Gubernur terpilih,” tuturnya.

Lebih jauh Bupati Wempi Wetipo mengatakna, dengan adanya pergeseran Kabupaten Jayawijaya dan pemekaran Kodya Lembah Baliem akan membuka peluang bagi SDM yang ada di daerah ini untuk bisa terserap pada lapangan pekerjaan yang tersedia. [HarianPagiPapua]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...