-->

MRP Papua Barat Jalin Persahabatan dengan Akita Jepang

JAKARTA - Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat sebagai  lembaga representasi  kultural masyarakat asli Papua, menjalin hubungan kerja sama dan persahabatan  dengan masyarakat  Jepang di Provinsi Akita Jepang. Persahabatan tersebut diawali dengan pertemuan Ketua MRP Papua Barat Vitalis Yumte dengan Gubernur Provinsi Akita, Jepang, Norihisa Satake   di Hotel Sari PanPasifik, Rabu (15/05/2013) di Jakarta.

Vitalis Yumte menyerahkan Surat Persahabatan antara rakyat Papua Barat umumnya dan khususnya orang asli Papua kepada rakyat Jepang yang diterima Gubernur Norihisa Satake. Selain itu, memberikan Cenderamata  Tifa  dan Buku Visi Misi dan Rastra MRP Papua Barat periode 2011-2016 kepada Gubernur Akita Jepang. Sebaliknya Gubernur Norihisa Satake menyerahkan buku tentang Provinsi Akita

Gubernur Akita Norihisa Satake didampingi Wakil Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia  di Jakarta, Junji Shimada,  Perwakilan Wali Kota Akita Yoshihiko Kitagawa, Direktur  Promosi dan Perdagangan Provinsi Akita, Toru Nagata. Sementara  Vitalis Yumte didampingi Anggota MRP Papua Barat, Th Wolas Krenak, H Arobi A Aituwarauw, Mathias Komegi, dan Jance Wutoy.

Dalam kesempatan ituYumte memberikan cinderamata Tifa. Selain memperkenalkan profil Provinsi Akita, Gubernur Norihisa Satake mengatakan, bidang unggulan dalam pembangunan  di wilayahnya adalah pariwisata, pertanian, pertambangan,  industri mobil dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). “Kami bersedia membantu pembangunan pertanian, pariwisata, dan pengembangan SDM di Papua barat,” katanya.

Diungkapkan, 88 mahasiswa Indonesia studi di Akita, namun dari Papua Barat belum ada. “Umumnya mereka mendapat beasiswa dari JAICA,’ ujarnya.

Di bidang pengembangan SDM, Provinsi Akita mendidik perawat handal yang bertugas di berbagai negara termasuk Afrika Selatan. Ditambahkan, Akita juga membantu pembangunan pertanian di Amerika Selatan.

Dia mengungkapkan,   rakyatnya termasuk wisatawan yang sering  berkunjung ke Indonesia, namun kurang menjangkau Papua Barat. Jika ada penerbangan langsung dari Jakarta – Manokwari  atau Sorong serta akomodasi yang memadai, masyarakatnya akan mengunjungi wisata bahari di Kabupaten Raja Ampat, maupun wisata sejarah peninggalan Perang Pasifik di Papua dan Papua Barat.

Ditambahkan, untuk persahabatan dan kerja sama antar Provinsi Akita dan Papua Barat, memang dibutuhkan kesepakatan berbentuk Sister City (Kota Kembar) seperti Provinsi Yamagata dengan Provinsi Papua. “Kami bersedia untuk membantu pemerintah dan rakyat Papua Barat sebagai bagian dari rakyat Indonesia dalam pengembangan SDM,” katanya.

Norihisa Satake mengungkapkan, program lain yang perlu mendapat dukungan dari MRP Papua Barat dan Pemprov Papua Barat adalah pengumpulan dan pengembalian tulang-belulang dari prajurit Jepang khususnya Provinsi Akita yang gugur dalam Perang Pasifik atau Perang Dunia II  di Papua Barat. Termasuk situs sejarah di  Pulau Mapia yang menjadi basis 200 prajurit Jepang asal Akita yang gugur di sana.

Vitalis Yumte menyambut baik niat kerja sama dan persahabatan antarkedua provinsi dan masyarakatnya. “Semua hasil pertemuan awal dengan Gubernur Akita akan disampaikan  kepada Gubernur Papua Barat Abraham O Atururi. “Kami akan membantu rencana kerja sama yang baik dalam pembangunan pariwisata, pertanian, pengelolaan sumber daya alam, dan persahabatan melalui Kota Kembar antara Akita dan Papua Barat,” ujarnya.

Mengenai, program pengumpulan tulang belulang prajurit Jepang, Yumte mengatakan masyarakat  di Papua Barat khususnya orang asli Papua Barat akan membantu  tim dari Organisasi Masyarakat Jepang  yang bertugas mengurusi masalah tersebut. “Ini pembicaraan awal yang sangat baik untuk membuka kerjasama dalam segala bidang termasuk pengembangan kebudayaan melalui misi kebudayaan antar kedua provinsi,” ujarnya. [SuaraPembaruan]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah