Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 6 May 2013

Wisata Ke Sekitar Danau Sentani Jelang Festival Danau Sentani (FDS) 2013

loading...
KOTA JAYAPURA - Perjalanan ke Papua bisa sangat menyenangkan dengan berkunjung ke Danau Sentani. Terletak di dekat Jayapura, ibu kota Papua, danau ini memiliki pemandangan yang indah di atas kilauan air. Dengan merangkul Pegunungan Cyclops di sebelah utara dan tumbuhan subur sebagai latar belakang yang indah dan melindungi 24 desa yang betengger sekitar danau, menjadikan danau ini sangat indah dan unik. Orang-orang di sini ramah dan kreatif, hasil kerajinan tangan mereka merupakan yang terbaik di tanah Papua.

Menaiki perahu di danau menjadi pengalaman yang indah. Anda bisa menyewa perahu bermotor di salah satu desa, merasakan hembusan angin ketika melaju di danau. Mengabadikan rumah-rumah panggung dan bertegur sapa dengan penduduk setempat, menambah pengalaman unik saat berkunjung ke sana.

Danau Sentani dan sekitarnya dahulu merupakan tempat pelatihan untuk pendaratan pesawat amfibi.

Landasan ini dibangun oleh Jepang yang kemudian diambil alih oleh Angkatan Darat AS pada tahun 1944. Legenda perang Amerika, Jenderal McArthur dikatakan pernah tinggal di danau dan di 22 pulau di dalamnya.

Hidup sebagai nelayan dan lokasinya yang dekat dengan ibu kota provinsi, adalah alasan mengapa sebagian besar penduduk sekitar danau terbuka pada pengunjung. Rumah panggung dengan kolam dan jaring adalah pemandangan umum di sekitar danau. Danau ini merupakan rumah bagi setidaknya 33 jenis ikan, yang hampir separuhnya asli danau ini. Ikan gergaji (Pristis Microdon) merupakan ikan asli danau ini, namun kini diperkirakan sudah punah. Lukisan ikan ini merupakan salah satu ornamen adat pada kerajinan kayu Sentani.
Di desa Taturi, lukisan batu adalah suatu keajaiban yang layak dikunjungi. Terletak di sebuah bukit kecil di tepi danau, Anda bisa menikmati batu ini sambil berperahu. Desa lain yang menawarkan pemandangan indah adalah Doyo Lama, tempat seni lukisan batu. Danau ini adalah titik awal yang fantastis untuk memahami budaya Papua.

Sisa-sisa Perang Dunia II tersebar di sekitar danau ini seperti markas komando penting selama perang. Di salah satu bukit, di Gunung Ifar, sebuah monumen dibangun untuk memperingati komando militer Amerika Jenderal McArthur. Dari monumen ini Anda bisa menikmati pemandangan spektakuler danau.


Festival Tahunan

Desa di sekitar Danau Sentani memiliki adat yang berbeda, namun berasal dari beberapa budaya yang sama sebagaimana terlihat dari kepercayaan dan ritual mereka. Isolo, misalnya, adalah sebuah upacara yang menyatukan perbedaan budaya dari 24 desa di sekitar danau. Upacara ini  juga dapat dilihat sebagai bagian dari Festival Danau Sentani yang dihelat selama bulan Juni.

Pulau Asei adalah salah satu rumah seniman di sekitar danau. Pulau Asei dikenal dengan kain kulit kayunya yang bermotif indah dan unik. Kain kulit kayu adalah pakaian tradisional perempuan Sentani yang kebanyakan wanitanya beraktivitas dengan menangkap ikan di danau. Motif spiral pada kain melambangkan kehidupan di Danau Sentani, ada buaya, ikan gergaji, serta motif campuran yang juga dimiliki Suku Asmat seperti bipane, sebuah simbol gading babi hutan, dan tokoh-tokoh Asmat.

Festival budaya tahunan Danau Sentani adalah daya tarik utama yang digelar di Kalkote, Sentani. Festival ini digelar Pada ketinggian 75 meter di atas permukaan laut dan dimeriahkan dengan tarian perang di atas kapal, yang merupakan daya tarik spektakuler bagi pengunjung. Beberapa perwakilan desa dari seluruh Papua dan Indonesia berpartisipasi untuk menunjukkan ketrampilan budaya mereka.

Festival Danau Sentani adalah festival pariwisata tahunan yang diadakan di sekitar Danau Sentani. Festival ini diselenggarakan sejak 2007 dan telah menjadi festival tahunan dan masuk dalam kalender pariwisata utama. FDS ini banyak diikuti oleh turis manca negara maupun turis lokal. Festival Danau Sentani diadakan pada pertengahan bulan Juni tiap tahunnya selama lima hari berturut. Festival ini diisi dengan tarian-tarian adat di atas perahu, tarian perang khas Papua, upacara adat seperti penobatan Ondoafi, dan sajian berbagai kuliner khas Papua.

Karnaval Festival Danau Sentani diikuti seluruh paguyuban di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. Dari masing-masing paguyuban baik dari luar Papua maupun di Papua sendiri yang turut serta dalam pagelaran tersebut menampilkan budaya tradisional, tari-tarian tradisional yang diiringi lagu daerah.

Festival ini adalah bukti pemeliharaan persatuan dan kesatuan di antara sesama suku, ras, agama. Nasionalime yang sangat kental terjalin di antara sesama, mengingat di Papua terdiri dari ratusan suku-suku kecil yang terkadang gampang bentrok.

Tiga agenda pokok FDS, selain karnaval nusantara di antaranya adalah pagelaran budaya, pameran barang seni papua, dan tour wisata.

Akomodasi

Bandara Sentani Jayapura merupakan pusat untuk memulai perjalanan Anda ke pedalaman Papua. Lima menit berkendara dari bandara Anda bisa menemukan Hotel Sentani Indah. Namun akan lebih mudah untuk menemukan akomodasi di Jayapura. Ada sejumlah hotel di sana, salah satu yang terbaik adalah Swiss-Belhotel yang memiliki 96 kamar.

Danau Sentai dapat dicapai dengan berkendara selama sekitar 30 menit ke arah barat dari kota Jayapura. Bandara Sentani, terletak sekitar 40 kilometer (25 mil) dari Jayapura. Sebagai ibu kota provinsi yang luas, Jayapura juga terhubung dengan kota-kota besar di Indonesia baik melalui udara dan laut.

Di luar bandara, minibus menunggu penumpang untuk pergi ke Jayapura. Harga bervariasi jadi pastikan Anda setuju dengan harganya sebelum Anda naik. Garuda terbang ke Biak, Makassar, Surabaya, dan Jakarta setiap hari, juga terbang pada hari tertentu ke Sorong, Manado, Denpasar-Bali, dan Ambon.

Sedangkan Pasar Hamadi adalah tempat yang menarik untuk membeli suvenir khas Papua khususnya benda-benda seni yang bermotif Danau Sentani. Pasar ini dekat dengan Pantai Hamadi, di mana Anda juga dapat menikmati sisa-sisa Perang Dunia II di situ.

Pulau Asei adalah tempat untuk menemukan kain kulit kayu dengan motif  indah yang dibuat oleh seniman lokal. Motifnya sangat unik dan tidak dapat ditemukan di tempat lain. Jika Anda tertarik, Anda bisa menelusuri setiap tempat yang diwakili oleh setiap motif suvenir yang Anda beli. Sebagai contoh, motif buaya menunjukkan sungai-sungai di Papua, dan tempat terdekat untuk menemukan buaya adalah di Danau Sentani dan Jayapura. [SurabayaPost]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...