Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 15 June 2013

5 Fakta-Fakta Menarik Dalam Film "Cinta Dari Wamena"

loading...
KOTA JAYAPURA - Banyak penderita HIV/AIDS di Papua yang tidak mendapat perlakuan selayaknya pasien. Melalui film 'Cinta dari Wamena', sutradarai Lasja F. Susatyo mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan terbuka. Sebelum menonton, simak fakta-fakta menarik dari film tersebut.

1. Bintang Lokal
Film ini dibintangi oleh putra-putri Papua bersama Nicholas Saputra dan Susan Bachtiar. Maximus Itlay sebagai Litius, Madonna Marrey sebagai Martha, dan Benyamin Lagowan sebagai Tembi. Maximus dan Benyamin merupakan mahasiswa Universitas Cenderawasih, Jayapura.

Litius, Tembi dan Martha adalah tiga teman yang hidup di Papua. Mimpi yang sama untuk melanjutkan pendidikan membawa ketiganya ke Wamena untuk bisa ikut sekolah gratis. Namun, gaya hidup di kota tersebut menantang mimpi dan persahabatan mereka. Apalagi salah seorang dari ketiganya terkena virus HIV.

2. Cerita tentang Cinta dan Persahabatan
'Cinta dari Wamena' adalah cerita tentang persahabatan dan cinta. Film ini juga menampilkan keindahan alam kota-kota di Papua. Film tersebut rencananya akan tayang di bioskop pada 13 Juni mendatang.

"Judulnya 'cinta' karena HIV memang mengerikan, tapi yang lebih berbahaya adalah ketika seseorang kehilangan cinta, orang yang dicinta jauh dari kita. Itu penderitaan terberat. Film ini ajak untuk kembalikan cinta. (Obat) ARV ada, diberikan pemerintah gratis, tapi cinta tidak. Yang berikan cinta itu kita," ujar produser Ronald Gunawan.

4. Hiburan Sekaligus Edukasi
Film ini merupakan hasil kerjasama Pemerintah Australia melalui AusAID dan Ford Foundation dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Melalui film ini, diharapkan tidak ada lagi tindakan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS. Tak hanya di provinsi Papua, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia.

"Pendekatan-pendekatan inovatif diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan HIV/AIDS, agar stigma dan diskriminasi bisa dikurangi," ujar Jacqui De Lacy, Pimpinan AusAID Indonesia.

5. Pengalaman Syuting yang Mendewasakan bagi Sutradara
Syuting film 'Cinta dari Wamena' memberikan pengalaman di yang mendewasakan bagi sutradara Lasja F. Susatyo. "Tantangan terbesar, gimana bisa cerita soal Wamena, bisa bawa spirit. Saya nggak pengen bawa cerita yang terlalu suram, tapi yang baik dan positif dari Wamena," ujarnya. [DetikHot| CintaDariPapua]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...