-->

Harga Daging Sapi dan Ayam di Pasar Remu Melonjak

KOTA SORONG - Dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga berakibat pada kenaikan harga bahan pokok di Pasar Remu. Kenaikan harga barang sangat terasa pada penjualan daging sapi potong. Harga daging sapi saat ini mencapai Rp 100 ribu/Kg, harga tersebut naik Rp 5 ribu dari harga sebelumnya yakni Rp 95 ribu/Kg. Meski sudah mengalami kenaikan, direncanakan dalam waktu dekat menjelang bulan Ramadan ini, harga daging sapi potong akan kembali mengalami kenaikan harga.

Menurut pedagang daging sapi potong di Pasar Remu, Sahabudin yang ditemui Koran ini kemarin, kenaikan harga itu karena menyesuaikan dengan besarnya pengeluaran yang kini dirasakan para pedagang. Mengingat sapi harus diangkut dari Kabupaten Sorong.

"Karena harga BBM naik, untuk ongkos pengiriman sapi juga naik, jadi harganya juga kita sesuaikan," katanya.

Kenaikan harga juga terjadi di ayam potong, satu ekor ayam saat ini dihargai Rp 30 Ribu untuk ukuran paling kecil. Harga itu naik dari harga sebelumnya Rp 28 ribu. Pedagang ayam potong, Herlina mengatakan, kenaikan harga itu sudah diberlakukan sejak beberapa hari lalu pasca kenaikan harga BBM.

"Harga bibit ayam potong juga sudah mengalami kenaikan, sedangkan kita harus mendatangkan dari Jayapura dan Surabaya," katanya seraya menambahkan resiko daya tahan bibit ayam juga perlu dipertimbangkan.

Sementara untuk sembilan bahan pokok (sembako) sendiri juga mengalami kenaikan harga, seperti minyak goreng curah dijual dengan harga Rp 12 ribu, naik Rp 2 ribu dari harga sebelumnya. Harga beras di pasaran juga ikut mengalami kenaikan, dari data yang dihimpun Koran ini kenaikan harga beras rata-rata Rp 2 ribu/Kg. [RadarSorong]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah