-->

Keuskupan Agats Nilai Pembangunan Sumber Daya Manusia di Asmat Masih Jauh

AGATS (ASMAT) - Pemimpin Keuskupan Agats, Alowisius Murwito OFM mengatakan, pembangunan sumber daya manusia Kabupaten Asmat sangat jauh dari harapan. “Keadaan pendidikan di tanah Asmat sangat memperihatikan,” kata Uskup kedua tanah Asmat ini ke wartawan di ruang kerjanya, belum lama ini.

Keadaan memprihatikan ini terlihat saat para wartawan yang ikut trip jurnalis WWF dari kampung ke kampung yang ada di Asmat. Misalnya saja, salah satu SD Negeri di Mumugu, Distrik Sawaerma, terlihat tak berjalan sama sekali. Bahkan para gurunya meninggalkan sekolah itu dengan alasan perintah dari dinas pendidikan.

Tapi alasan itu dibantah Kepala Bapeda Kabupaten Asmat, Gregorius Tuantana. Menurutnya, para guru diperintahkan tinggalkan tugas itu tidak benar. Tapi para guru mengaku bebarapa alasan tinggalkan tugas. Pertama, guru-guru mengeluh tak ada rumah guru, jadi terpaksa tinggal di Agats. Mau pulang-pergi mengajar dari Agast kesulitan traspotasi. Mereka tak memiliki speed boat,” katanya.

Selain itu, lanjut Gregorius, para guru terpaksa meninggalkan tugasnya karena alasan tidak ada siswa. “Guru pergi tidak ada siswa. Siswa ikut orang tua ke dusun atau ladang. Akibatnya guru memilih tidak berada di tempat. Alasan itulah banyak guru yang tinggalkan tugas. Kita selalu dapat laporan. Guru mengatakan pergi tempat tugas tidak ada siswa. Orang tua melaporkan siswa ada. Guru tida ada di tempat,” tuturnya.

Menurut Gregorius, dari segi fasilitas gedung dan tenaga pengajar di tanah Asmat cukup. “Gedung sekolah di semua tempat ada. Ada 117 SD dan jumlah gurunya 680-800-an guru tetap dan guru kontrak. Demi efektifnya proses pembangunan SDM Kabupaten Asmat, pemerintah akan menertibkan guru yang malas dengan menahan gajinya,” katanya.

Menurut Uskup Murwito, pembangunan SDM yang memprihatikan itu akibat pembangunan fisik tanpa memperhatikan perhatian serius dari semua pihak yang berkarya di Asmat. “Pembangunan secara fisik tanpa dedikasi yang baik bagi masyarakat Asmat,” tuturnya. [TablodiJubi| TabloidJubi]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah