-->

Bidik Wisatawan Berkelas, Provinsi Papua Barat Fokus Kembangkan Pariwisata Lingkungan

KUTA (BALI) - Provinsi Papua Barat tetap akan mengembangkan konsep destinasi pariwisata berkualitas yakni menjual lingkungan alam, keunikan dan orisinalitas daerahnya kepada wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Papua Barat Edi sumarwanto menyataan, konsep pengembangan kepariwisataan tetap mempertahankan yang sudah ada dengan tidak memfokuskan pada jumlah kedatangan wisatawan.

"Kami di Papua Barat terus mengembangkan daerah wisata yang spesifik, menjual daerah tujuan wisata yang tidak ada di daerah lain," tegasnya di sela "Direct Promotion" Papua Barat dan Papua di Kuta Bali, belum lama ini.

Karena itu, Provinsi Papua lebih membidik segmen pasar internasional atau segmentasi kelas wisatawan yang memiliki berkualitas.

Sebab, di kelas masyarakat ini perilaku wisatawan lebih berorientasi peleastarian lingkungan.

Dengan kata lain, masyarakat kelas menengah ke bawah bukan menjadi target sasaran pasar kedua provinsi di ujung timur Indonesia.

Arah pengembangan pariwisata seperti itu dilakukan, karena mempertimbangkan terbatasnya daya dukung infrastruktur seperti akses transportasi ke obyek wisata andalannya seperti Raja Ampat.

Selain itu, terkait upaya pelestarian lingkungan alam agar tetap terjaga dengan baik seperti Pulau Raja Ampat yang memiliki keanekaragaman laut seperti terumbu karang yang disebut-sebut terdiri 75 persen jenis yang ada di dunia.

"Pariwisata kami ke depan lebih ke arah kualitas dan tidak mengutamakan jumlah sesuai daya dukung lingkungan yang ada," tegasnya.

Hal itu dinilai tidak berlebihan, mengingat keunikan destinasi yang dijual Papua yang dikenal syurga tersembunyi itu, memang tidak ditemukan di tempat lainnya di Tanah Air.

Sementara Sekretaris Dirjen Pemasaran Kemenparekraf I Gusti Ngurah Putra menyatakan dengan adanya promosi pariwisata Papua dan Papua Barat di Bali diharapkan bisa lebih mengenalkan potensi mutiara terpendam di dua provinsi itu ke masyarakat Internasional.

Mengingat Bali adalah pintu gerbang destinasi pariwisata Indonesia sehingga akan wisatawan asing akan lebih banyak datang dari Bali untuk pergi berwisata ke Papua.

"Bali masih jadi entry poin baik wisman dan wisnus, maka promosi ini akan bisa lebih meningkatkan kerjasama pengembangan pariwisata bersama ke depan," imbuh Putra.

Lewat promosi bersama ini yang melibatkan ASITA Bali ini, diharapkan nantinya bisa dilanjutkan bertemu dengan para buyer potensial dan konsumen lainnya.

Kegiatan promosi kedua daerah tersebut berlangsung dua hari hingga Minggu, 7 Juli 2013 dipusatkan di sebuah pusat perbelanjaan di Kuta. [Okezone]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel