Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 5 August 2013

Keindahan Raja Ampat Turut Warnai Cowley Road Carnival 2013

loading...
OXFORD (INGGRIS) - Musim panas tahun ini menjadi musim panas yang sangat istimewa bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di kota Oxford, Inggris.

Pasalnya, masyarakat Indonesia di Oxford berkesempatan untuk berpartisipasi dalam Cowley Road Carnival 2013, sebuah pesta musim panas di Oxford yang rutin diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2000.

Manariknya, keindahan Raja Ampat ikut dipamerkan di sana. Hal itu sebagaimana rilis Terry Subagja  Mahasiswa Indonesia di University of Westminster, UK yang diterima Bintang Papua

Terry Subagja dalam tulisannya yang diterima bintang papua mengatakan, pada awalnya, masyarakat Indonesia di kota Oxford tidak dapat mengikuti Carnival ini karena pendaftaran telah ditutup beberapa bulan sebelumnya.

Namun, berkat dukungan dan kerjasama antara Duta Besar RI dan Lord Mayor – Oxford City Council, akhirnya masyarakat Indonesia berkesempatan untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan tahunan terbesar kota Oxford.

Partisipasi masyarakat Indonesia yang dimotori oleh para pelajar Indonesia di Oxford dalam Carnival ini diwujudkan melalui 3 stand yang menampilkan berbagai keunikan dan kekhasan Indonesia. Keindahan alam Raja Ampat, Pulau Komodo, Gunung Bromo hingga Pulau Nias yang menjadi idola para peselancar dunia menjadi salah satu ikon promosi pariwisata yang digawangi oleh Kedutaan Besar Indonesia di London.

Selain itu, berbagai informasi mengenai tawaran beasiswa dan investasi di Indonesia juga bisa didapatkan oleh para pengunjung Carnival yang tidak kurang dari 25.000 orang. Berbagai kuliner khas Indonesia yang disajikan di stand Indonesia juga mendapatkan respon yang sangat positif dari para pengunjung Carnival.

Tidak kurang dari 2500 orang pengunjung memadati stand Indonesia untuk menikmati berbagai masakan khas padang hingga masakan khas Menado serta aneka jajanan pasar khas Indonesia.

Sebuah moment yang sangat menarik terjadi ketika keberadaan stand Indonesia bahkan menjadi ajang reuni bagi warga Timor Leste yang bermukim di Oxford.

“Saya senang sekali, karena tadi saya ada cium aroma ikan bakar, saya ikuti baunya ternyata ada stand Indonesia” ujar seorang warga Timor Leste yang sudah menetap di Oxford selama 11 tahun sambil menikmati nasi ayam bakar.

Hal serupa juga disampaikan oleh warga Timor Leste lain yang datang dan berkumpul di stand Indonesia. Mereka pun berbaur dengan warga Indonesia lain yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Hanya obrolan hangat yang diselingi dengan canda dan tawa mewarnai keberadaan stand Indonesia hingga penghujung acara Cowley Road Carnival 2013.

Terlepas dari kampanye negatif tentang Indonesia dan keberadaan Kantor Free West Papua Campaign (FWPC) yang tidak jauh dari lokasi stand Indonesia, seluruh penampilan dan sajian stand Indonesia di Carnival ini telah memperlihatkan potret Indonesia yang demokratis, majemuk dan moderat serta unik dengan pluralisme dan keanekaragaman budayanya namun mempunyai semangat kebersamaan yang sangat kuat. Dengan respon dan animo pengunjung yang sangat besar, masyarakat Indonesia di Oxford optimis untuk berpartisipasi kembali di ajang Cowley Road Carnival tahun depan. [BintangPapua]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...