-->

Ojek Liar di Kota Wamena Bertambah, Abang Becak Minta Ditertibkan

WAMENA (JAYAWIJAYA) – Banyaknya ojek liar di kota Wamena dipersoalkan para abang becak. Untuk itu, abang becak minta agar pemerintah segera menertibkan ojek liar yang tersebar di Kota Wamena.

Hal tersebut dikatakan perwakilan abang becak, Rudin Kobak dan Labo Suhun, ketika menghubungi Harian Pagi Papua, Senin (22/07/2013).

Rudin mengatakan, ojek liar yang tersebar di kota Wamena telah merugikan abang becak, dimana penumpang yang harus diambil oleh becak telah dirampas oleh para abang ojek liar.

“Pemerintah harus lihat ini, jangan ada masalah baru mau selesaikan dan abang becak yang selalu disalahkan. Kalau bisa tolong ojek liar yang di rumah sakit, jalan irian dan beberapa tempat itu tolong segera tertibkan,” kata Rudin.

Dikatakannya, selama ini pemerintah kurang serius melihat dan menangani para abang becak yang ada di kota Wamena, padahal para abang becak merupakan putra asli Papua dan anak-anak dari Pegunungan.

Sementara itu, salah satu abang ojek, Wilson ketika ditemui Harian Pagi Papua membenarkan apa yang dikatakan oleh Rudin dan Labo.

Wilson mengatakan, masalah yang terjadi antara bang becak dan abang ojek dikarenakan banyaknya ojek liar, yang berkeliaran di beberapa sudut kota Wamena.

“Hal ini kalau dikasih tinggal saja, nanti setiap hari pasti ada abang becak dan abang ojek yang baku pukul terus,” kata Wilson.

Sehingga mewakili abang ojek dirinya berharap, agar pemerintah dapat menertibkan para abang ojek liar yang berkeliaran dan berpesan agar semua ojek yang narik harus memiliki pangkalan yang sah, sehingga dapat beroperasi dan tidak merugikan para abang becak. [HarianPagiPapua| AksiBudaya]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah