Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 17 August 2013

Rapat Paripurna Istimewa DPR Papua Mendengar Pidato Kenegaraan Tidak Penuhi Kuorum

loading...
KOTA JAYAPURA – Rapat paripurna istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) untuk mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68, Jumat siang tidak memenuhi kuorum.

Dari 56 anggota dewan, hanya 21 orang yang hadir sementara sisanya tanpa keterangan. Rapat ini juga tidak dihadiri oleh Gubernur Papua Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal yang hingga siang tadi masih berada di luar daerah.

Wakil Ketua I DPRP, Yunus Wonda menyesalkan banyaknya anggota dewan yang tidak hadir. Menurutnya, sebagai wakil rakyat harus bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

“Kita sedikit tidak enak dengan Muspida yang hadir. Ya ini kan kedewasaan kita sebenarnya kedewasaan anggota dewan untuk melihat acara-acara resmi. Apalagi kita mengundang dari Muspida yang hadir ini kan tidak bagus. Kami sudah mengimbau kepada mereka untuk hadir, tapi ya masing masing punya tugas ada juga teman-teman yang masih tugas luar jadi belum hadir di tempat,” sesalnya.

Wakil Ketua I DPRP, Yunus Wonda berharap, ke depan momen seperti tidak terulang lagi. Sebab meski bukan sidang untuk pengambil keputusan, namun setidaknya harus hadir. Apalagi  momen seperti ini disaksikan oleh seluruh masyarakat Papua.

Sementara itu, terkait pidato Presiden SBY yang menyinggung soal peningkatan kesejahteraan rakyat dan mendorong sektor pembangunan yang ada di Papua, Yunus berharap, semua elemen baik pemerintah pusat, daerah dan masyarakat di Papua harus bisa menterjemahkannya dengan baik. Semuanya pemangku kepentingan, kata dia, harus bersinergis, membangun tekad untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat Papua tanpa ada orientasi lain. [PortalKBR]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...