-->

Wartawan Bintang Papua di Paniai Diintimidasi Polisi

ENAROTALI (PANIAI) – Jurnalis harian Bintang Papua (Binpa) untuk Wilayah Paniai, Andi Badii diintimidasi oleh Aparat Kepolisian Resort Paniai dalam sweeping menjelang 17 Agustus yang dilaksanakan di Paniai, Kamis (15/08/2013) sore.

“Kejadian berawal saat Andi dan adiknya sedang mengendarai motor dari Enarotali menuju Madi. Satuan Polres Paniai yang sedang melakukan sweeping di Kompleks Pasar Enarotali menghadang lalu memeriksa isi tas yang dibawa oleh Andi,” demikian ungkap Frans Madai, saksi mata kejadian kepada tabloidjubi.com melalui telepon seluler, Kamis (15/8) malam.

Menurut Frans, dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan satu buah laptop merk acer, noken anggrek, headset dan dua buah sumbu kompor. Polisi kemudian menanyakan alasan Andi membawa sumbu kompor tetapi Andi tidak terima dengan cara dan perlakuan polisi. Andi membalas dengan nada perlawanan karena merasa tidak ada yang salah dengan membawa sumbu kompor.

“Mendengar itu, sekitar empat orang polisi langsung berdatangan menuju Andy dan memukul kearah muka Andi. Selanjutnya dibawa ke Polsek terdekat dan sekitar jam 18.00 wit baru dipulangkan,” kata Frans Madai lagi.

Kapolres Paniai, AKBP Semi Roni Abba yang dihubungi tabloidjubi.com pada awalnya mengatakan tidak ada kasus seperti itu karena dirinya memiliki hubungan baik dengan jurnalis terkait berbagai kegiatan bakti sosialnya. Apalagi dengan Andi sendiri, Kapolres Paniai punya hubungan baik walau dirinya tidak menyangkal bahwa menjelang HUT RI tanggal 17 Agustus 2013 mendatang, pihaknya beserta jajaran sedang Siaga 1.

“Saya tahu Andi Badii dengan baik karena jurnalis di sini tidak banyak dan saya kenal baik dengan Andy,” ungkap AKBP Semi Roni Abba.

Selang tiga puluh menit, Kapolresta Paniai menghubungi tabloidjubi.com untuk mengklarifikasi berita tersebut. Dirinya yang baru pulang berpatroli dari tempat yang tidak ada signal membuatnya tidak atau belum mendengar laporan dari anak buahnya.

“Maaf, saya mau klarifikasi berita itu. Ternyata memang benar berita yang sudah di dengar tabloidjubi.com. Kalau memang begitu, saya akan panggil anak buah saya untuk minta keterangan. Saya minta waktu untuk mengecek kronologis kejadian ini dan saya minta maaf,” tutur Kapolres Paniai ini melalui telepon genggamnya.

Dirinya meminta maaf karena terlambat mengetahui kejadian ini karena tidak ada signal di tempatnya berpatroli sehingga tidak tahu perkembangan yang terjadi. [TabloidJubi]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah