-->

10 Pemain Galanita Papua akan Perkuat Timnas di Women Asia Football Competition 2013 di Myanmar

KOTA JAYAPURA - Sebanyak 10 orang pemain Galanita Papua dipanggil PSSI untuk perkuat Indonesia mengikuti Women Asian Foot Ball Competition di Myanmar pada 7 September 2013 mendatang.

Kabar itu diungkapkan Koordinator Pelaksana Kompetisi Amatir Badan Liga Indonesia (BLI) Zona Papua, Stev Dumbon. “Kita diminta oleh PSSI untuk ikuti Women Asian Foot Ball Competition di Myanmar,” katanya saat ditemui di Kantor KONI Papua, di APO Kota Jayapura, Sabtu (31/08/2013).

Stev menegaskan, pendanaan kegiatan ini dari PSSI pusat. Sehingga 10 pemain bola putri Papua itu akan bergabung dengan 10 orang pemain bola putri lainnya dari luar Papua, dalam hal ini yang sudah disiapkan oleh PSSI untuk harus bergabung di Jakarta secepatnya. “Ini pemberitahuan dadakan. Mestinya mereka diseleksi dulu,” ungkap Stev yang juga kandidat kuat Sekretaris Umum PSSI Papua itu.

Menurut Stev, 10 pemain itu dipanggil dari para pemain dari Kabupaten Jayawijaya, Tolikara dan Jayapura yang saat ini memiliki stop pemain bola perempuan terbaik di Papua. “Mereka ini akan ditangani oleh Amos Rumbino dan assisten pelatih Lisa Pepuho,” katanya.

Secara terpisah, Lisa Pepuho mengatakan, untuk saat ini nama-nama pemain sudah ada di genggamannya. Mereka masing-masing Hendrina Ohe, Aknes Pouw, Penina Tabuni, Cecilia Taime, Ribka Taime, Indri Yoku, Miryam Enok, Ratna Pengkatana, Agela Monim dan Yuliana Doyapu. “Untuk saat ini yang kami siapkan adalah mereka yang kelahiran 1 Januari 1993 atau usia 20 tahun,” ungkap Lisa Pepuho yang pada lalu-lalu sukses mendampingi Hengky Rumere sebagai asisten pelatih Galanita Papua.  [TabloidJubi| Kompasiana]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah