-->

Tarian Perang Warnai Peringatan HUT ke-68 TNI di Kodam XVII/Cenderawasih

KOTA JAYAPURA - Tarian perang yang berujung pada perdamaian kedua suku oleh TNI mewarnai peringatan HUT ke-68 TNI di Kodam XVII/Cenderawasih, Sabtu, 5 Oktober 2013.

Dalam pentas tarian perang oleh kedua suku di Pegunungan Tengah Papua, yaitu suku Dani dan suku Nayak, diceritakan, kedua suku melakukan peperangan secara adat.

Salah satu suku merampas hak milik suku lain. Terjadilah peperangan. Peperangan tersebut mengakibatkan korban nyawa dan perampasan harta milik lainnya. Di situ, TNI hadir sebagai pendamai antarkedua suku yang bertikai. “TNI  hadir sebagai pendamai antar dua suku yang bertikai,” jelas seorang narator di lapangan Makodam XVII/Cenderawasih, Sabtu siang.

Panglima Daerah Militer (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjend Christian Zebua mengatakan, TNI sangat menjunjung tinggi perdamaian di Papua. Karena itu, dia mengimbau agar menghindari konflik di Papua, yang dijuluki ‘Surga Yang Jatuh Ke Dunia’ ini. “TNI ada di Papua untuk mengamankan dan melindungi rakyat. Bila ada kekuatan bersenjata dan mengganggu rakyat, saya akan tumpas,” kata Mayjend Christian Zebua. “Stop konflik. Papua pasti maju,” lanjut dia.

Sebagaimana yang diinginkan presiden SBY, kata Mayjend Zebua, penyelasaian masalah Papua diselesaikan melalui tiga cara yaitu, keadilan, kesejahteraan dan demokrasi. Karena itu, ia mengajak semua elemen di Papua untuk menyetujui keinginan presiden. [TabloidJubi]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah