-->

PNS Kabupaten Nduga jadi Korban Jatuhnya Pesawat Piper PA-31 di Tual

WAMENA (JAYAWIJAYA) - Jatuhnya pesawat sipil Piper PA-31 PK-IWT milik PT. Intan Angkasa, yang jatuh di Kota Tual Maluku Tenggara, Minggu, (19/01/2014) lalu, dan menewaskan empat penumpang, salah satunya adalah Pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Nduga bernama Jefrry Tuyu.

Dari data yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa, Jefry Tuyu merupakan Kepala Bidang Transportasi Udara Dinas Perhubungan Kabupaten Nduga.

Jefrry Tuyu turut serta dalam penerbangan pesawat naas tersebut sedang mendampingi crew pesawat naas untuk melakukan pemetaan wilayah dimana pesawat naas tersebut selama kurang lebih 3 bulan terakhir disewa oleh Pemkab Nduga untuk digunakan dalam survey pemetaan wiayah di Kabupaten Nduga.

Sementara itu, dari hasil indetifikasi, empat jasad korban jatuhnya pesawat akhirnya berhasil dikenali.

Sekretaris Badan Kepegaawaian Kabupaten Nduga Septinus Pondayar, yang dihubungi membenarkan  bahwa salah satu korban meninggal dalam kecelakaan pesawat tersebut adalah Jefry Tuyu yang meruapakan PNS pada Pemda Kabupaten Nduga tepatnya sebagai Kepala Seksi Transportasi Perhubungan Udara Dinas Perhubungan Kabupaten Nduga.

“Yah betul, dia adalah Kepala Seksi Transportasi Perhubungan Udara Dinas Perhubungan Kabupaten Nduga. Almarhum Jefry Tuyu baru saja pindah dari Kabupaten Jayawijaya ke Kabupaten Nduga tepatnya tannggal 24 Agustus 2012 lalu,” kata Septinus Pondayar.

Disinggung keikutsertaan Jefry Tuyu dalam penerbangan pesawat Naas tersebut, Septinus Pondayar mengatakan pihaknya sama sekali tidak mengetahui adanya pegawai mereka yang ikut dan tujuan apa mengikuti penerbangan tersebut.

”Kami sama sekali tidak mengetahui adanya keikutsertaan sdr Jefry dalam penerbangan tersebut, jadi setelah ada berita yang kami dengar dari media massa saat kejadian baru kami tahu sdr Jefry yang merupakan pegawai kami ada dalam penerbangan naas tersebuit, ” terang Septinus Pondayar.

Almarhum Jefry Tuyu meninggakan satu orang isteri bernama Dahlia yang saat ini sedang berada di Amerilka dan satu putri sematawayang bernama Misel pelajar kelas III SMP. Rencananya jenasah akan dibawa ke Wamena pagi ini. [SuluhPapua]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah