Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 7 August 2014

DPRD Mimika Minta Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Segera Dilantik

loading...
TIMIKA (MIMIKA) - Ketua Komisi A DPRD Mimika, Papua, Athanasius Allo Rafra mengharapkan agar Bupati-Wakil Bupati terpilih periode 2014-2019, Eltinus Omaleng-Yohanis Bassang segera dilantik setelah memenangi ajang Pilkada putaran kedua, 31 Mei lalu.

Berbicara kepada Antara di Timika, Selasa, Allo Rafra mengatakan KPU Mimika sudah berkirim surat ke DPRD Mimika beserta lampiran keputusan Mahkamah Konstitusi dan berkas pengusulan pasangan terpilih sejak Senin (21/7).

Menyikapi hal itu, Allo Rafra berharap pimpinan DPRD Mimika segera memproses pengusulan untuk penetapan dan pengangkatan Bupati-Wakil Bupati Mimika terpilih ke Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura untuk selanjutnya diteruskan ke Menteri Dalam Negeri di Jakarta.

"Seluruh masyarakat Mimika menghendaki agar bupati-wakil bupati terpilih segera dilantik untuk mengambil langkah-langkah pembangunan yang terarah selama lima tahun ke depan. Semua proses sudah selesai. Terakhir keputusan MK semua masyarakat Mimika telah mengetahui hasilnya," kata Allo Rafra.

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2005 dan Surat Edaran Mendagri tahun 2006 menyebutkan bahwa berkas pengusulan penetapan dan pengangkatan Bupati-Wakil Bupati terpilih selambat-lambatnya tiga hari berada di meja pimpinan DPRD untuk selanjutnya diteruskan ke Gubernur.

Menurut dia, dalam kedua peraturan itu DPRD hanya sebatas menindaklanjuti surat pengusulan penetapan dan pengangkatan Bupati-Wakil Bupati terpilih ke Gubernur mengingat kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih secara langsung oleh rakyat.

"Tidak ada proses yang lain dan tidak ada alasan DPRD menahan-nahan untuk menunda pelantikan bupati-wakil bupati terpilih. Saya harap pimpinan dewan segera mengambil langkah untuk mempersiapkan surat pengusulan ke gubernur," tutur Allo Rafra, mantan Kepala Biro Tata Pemerintahan Pemprov Papua.

Ia berharap pelantikan Bupati-Wakil Bupati Mimika terpilih Eltinus Omaleng-Yohanis Bassang dapat segera dilakukan paling lambat pada Agustus mendatang.

Pasangan Omaleng-Bassang yang memenangi Pilkada Mimika putaran kedua pada 31 Mei 2014 harus melengkapi 22 berkas persyaratan administrasi untuk bisa dilantik menjadi Bupati-Wakil Bupati.

Kerja keras Dalam kesempatan itu, Allo Rafra mengharapkan agar pasangan Eltinus Omaleng-Yohanis Bassang harus kerja ekstra keras untuk membuktikan kepada rakyat Mimika bahwa keduanya benar-benar pantas menduduki jabatan Bupati-Wakil Bupati.

"Setelah pelantikan mereka berdua harus betul-betul melihat seluruh permasalahan di Kabupaten Mimika dan menanganinya satu persatu. Selama ini Mimika memiliki anggaran pembangunan terbesar di Provinsi Papua, tetapi rakyat di kampung-kampung pedalaman yang ada di gunung-gunung dan pesisir pantai sama sekali tidak tersentuh pembangunan. Ini harus bisa dijawab oleh Bupati-Wakil Bupati Mimika terpilih," tutur Allo Rafra yang pernah menjabat Caretaker Bupati Mimika periode 2007-2008.

Selain itu, katanya, Bupati-Wakil Bupati Mimika terpilih juga harus mempersiapkan pembangunan di dua wilayah yang rencananya akan diusulkan menjadi daerah otonomi baru yakni Mimika Barat dengan ibukota Kokonao dan Mimika Timur dengan ibukota Agimuga, selain rencana pembentukan daerah otonomi baru Provinsi Papua Tengah dengan ibukota berada di Timika.

"Kewajiban Bupati-Wakil Bupati terpilih untuk mempersiapkan secara matang agar Timika siap menjadi ibukota Provinsi Papua Tengah. Sekarang ini kondisi Timika ibarat kota yang tidak diurus. Bangunan liar ada dimana-mana, kotor, lalu lintas tidak teratur, masalah sosial setiap hari terjadi karena tidak ada ketaatan masyarakat terhadap hukum. Ini menjadi tugas berat Bupati dan Wakil Bupati terpilih untuk dapat mengaturnya secara baik," ujar Allo Rafra. [Antara]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...