-->

Kontroversi Rencana Pembentukan Kodam di Manokwari

MANOKWARI – Pemerintah Kabupaten Manokwari menyambut baik rencana pembentukan komando daerah militer (Kodam) di Papua Barat yang kemungkinan besar berkedudukan di Manokwari.

“Mengapa Kodam ini perlu ada karena sebagai sebuah provinsi sudah sewajarnya Papua Barat juga punya Kodam (sendiri), “ kata Bupati Bastian Salabai di sela-sela penjemputan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G.Siahaan di Bandara Rendani, Rabu siang.

Kunjungan Pangdam ke Manokwari memang untuk membicarakan pembentukan Kodam Papua Barat. Salabai mengajak warga melihat sisi positif dari hadirnya Kodam yakni menjamin terjaganya situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Papua Barat sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan bebas dan lancar.

“Dengan demikian, pembangunan bisa berjalan dengan baik karena terjadi peningkatan di semua bidang termasuk bidang keamanan," ucap Bupati.

Pangdam tiba di Bandaran Rendani Rabu siang menumpang eXpress air dari Jayapura. Selain Bupati, ikut menjemput, ketua MRP-PB Vitalis Yumte, Kabiro Pemerintahan Setda Papua Provinsi Barat Eliza Sroyer bersama tokoh adat ketua Mekesa Obet Ayok.

Juga ada Kejari Manokwari Timbul Tamba serta Dandim 1703 Manokwari Letkol Inf Stefanus S.Aribowo. Dijadwalkan, pada malam harinya, Pangdam akan bertatap muka dengan Bupati dan jajaran Muspida Kabupaten Manokwari. Sekedar diketahui, rencana pembentukan  Kodam di Papua Barat masih menuai pro dan kontra.

Di sisi salin, masyarakat di Provinsi Papua Barat pun sepakat dan mendukung pembentukan Komando Daerah (Kodam) di Provinsi tersebut.
 
”Masyarakat sangat mendukung pembentukan Kodam Papua Barat sebab itu adalah kebutuhan daerah dalam menjaga keutuhan negara serta memberikan pelayanan keamanan kepada masyarakat,” kata Tokoh Pemuda Papua Barat Yanuarius Dowansiba di Manokwari, Sabtu.
  
Dia menyampaikan, Papua Barat adalah Provinsi yang telah berdiri sendiri pisah dari Provinsi Papua pada 2006 lalu, sehingga pelayanan TNI kepada Masyarakat di Provinsi tersebut bukan lagi tingkat Korem tetapi harus Kodam Papua Barat.
  
Oleh sebab itu, katanya, pemerintah dan masyarakat yang ada di Papua Barat sangat mendukung pembentukan Kodam Papua Barat yang direncanakan pada 2015.
  
Komandan Kodim 1703 Manokwari Letkol Inf. Stevanus Satrio Aribowo yang memberikan keterangan terpisah, mengatakan bahwa pembentukan Kodam Papua Barat merupakan aspirasi masyarakat.
  
Pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan semua komponen masyarakat yang ada di Papua Barat menginginkan adanya Kodam Papua Barat agar jarak pelayanan kepada masyarakat semakin dekat.
  
”Kami sudah menyampaikan aspirasi masyarakat tentang Pembentukan Kodam Papua Barat kepada pimpinan di atas dan mudah-mudahan terwujud di tahun 2015,” katanya.
  
Dandim lebih jauh mengatakan, pembentukan Kodam Papua Barat selain untuk kebutuhan sistem pemerintahan juga memperpendek pelayanan TNI kepada masyarakat sebab wilayah Provinsi Papua Barat sangat luas.[Antara]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah