-->

Yahamak Minta Umat Kristen Menjadi Teladan Kedamaian

TIMIKA (MIMIKA) – Yayasan Hak Asasi Manusia Anti Kekerasan (Yahamak) meminta agar umat Kristen yang ada di Kabupaten Mimika agar dapan memberikan teladan kedamaian dengan menghormati hari kelahiran Yesus Kristus dengan penuh kekhusyukan.

“Saya minta kita sebagai umat kristiani harus memberi teladan bagi umat beragama lain untuk menghormati hari raya Natal. Jangan sampai kita sendiri yang mencoreng kesucian hari natal,” ungkap Wakil Direktris Yahamak, Arnold Ronsumbre dalam rilis pers yang diterima Salam Papua pada Kamis (18/12).

Menurutnya, tindakan tidak terpuji yang justru dilakukan kalangan oknum umat kristiani seperti membunyikan petasan, menjual minuman keras serta melakukan tindakan yang melanggar hukum, meski tidak semua aksi tersebut dilakukan oleh umat Kristen.

“Sebab sekarang ini masa adven dimana umat Kristiani menyiapkan hati menyambut kedatangan Kristus.  Masa advent butuh ketenangan supaya orang bisa benar-benar mempersiapkan hati. Yang terjadi sebaliknya, masa advent diisi bunyi petasan dimana-mana, kasihan orang yang mau berdoa jadi terganggu,” tuturnya dengan melanjut, “Paling tidak umat kristiani harus memberi teladan bagi umat beragama lain agar tidak melakukan tindakan yang dapat menggangu ketenangan orang lain yang menghadapi Natal.”

Pihaknya juga menyayangkan semakin meningkatnya orang mabuk di Mimika. Karena hal ini dapat mempengaruhi kekhusyukan natal yang seharusnya dipersiapkan dengan hati yang suci.

“Sekarang ini muncul fenomena orang mabuk makin banyak. Kalau dulu malam-malam Kota Timika sempat tenang, sekarang ini banyak orang mabuk dijalan. Biasanya pada bulan Desember jumlah pemabuk naik tiga kali lipat,” klaimnya.

Sehingga dirinya mengharapkan agar semua pihak yang berwajib dapat melakukan tindakan-tindakan tegas sehingga dapat menekan meningkatnya peredaran miras di kabupaten ini selama akhir tahun ini.

“Jangan sampai demi keuntungan satu dua orang yang menjadi korban orang banyak. Kita mau hadapi natal dengan suasana damai dan tentram sebab saya bukan mevonis siapa pelakunya. Tapi saya minta supaya umat kristiani mengisi hari-hari menjelang natal ini dengan melakukan kebaikan,” ujarnya.

Selanjutnya pihaknya, sangat mengharapkan ketegasan polisi dalam menindak segala bentuk pelanggaran yang terjadi, sehingga kedamaian dan kekhusyukkan Natal dapat selalu terjaga dengan baik sebab pada masa seperti ini, orang sangat sensitif dengan situasi dan kondisi yang ada. Masalah yang kecil dapat membesar dan berdampak bagi kehidupan masyarakat. [SalamPapua]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah