-->

Mahasiswa Universitas Cenderawasih Tuntut Cita Citata Diproses Secara Hukum

ABEPURA (KOTA JAYAPURA) - Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Universitas Cenderawasih Jayapura Papua meminta artis Cita Citata diproses secara hukum. Mereka menilai Cita telah melakukan pelecehan terhadap orang Papua dan telah melanggar hukum adat Papua.

"Kami sangat kecewa dan sakit hati dengan pelecehan terhadap orang Papua yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab mulai dari Papua masuk NKRI hingga hari ini," kata Ketua MPM Uncen, Leo Himan saat Jumpa Pers di Kantor Museum Uncen, Abepura, Kamis (25/02/2015).

Leo Himan yang juga Ketua Ikatan Himpunan Mahasiswa Biologi se-Indonesia Wilayah XI, Papua dan Papua Barat ini menilai Cita Citata telah melukai orang asli Papua.

"Cita Citata itu siapa? Dia kepala suku wilayah mana di Papua jadi seenaknya saja mau mengenakan pakaian adat Papua. Su pake cenderawasih di kepala saja kami merasa dia tidak menghargai adat Papua, apa lagi yang sampai mengeluarkan kata-kata menghina orang Papua," kata dia.

Ia menegaskan, "Bukan itu saja, Kongres KNPI Papua yang saat ini mereka lakukan itu termasuk pelecehan adat istiadat orang Papua."

"Orang lain tra tau asalnya dari mana, dengan sangat gampang mereka pakaikan Cenderawasih di kepalanya. Sebenarnya, Cenderawasih itu hanya dipakai oleh yang punya budaya," katanya.

MPM, DPMF, dan BEM Uncen berharap, DPRP, MRP, LMA dan lembaga adat lainnya segera duduk bersama dan membuat satu produk hukum yang melarang penggunaan atribut adat Papua.

Di tempat yang sama, Ketua DPMF FISIP Uncen, Pontius Omoldoman menambahkan, "Saya tidak sepakat ras Melayu melecehkan jati diri dan identitas ras Melanesia. Ia harus dihukum sesuai Undang-Undang yang berlaku."

Ketua BEM FMIPA Uncen, Paskalis Boma menilai apa yang telah diucapkan Cita Citata merupakan pukulan keras bagi rakyat Papua. "Kami berharap Cita Citata harus diproses secara hukum," tegasnya. [MajalahSelangkah]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah