-->

Taufik Latuihamallo Belum Tahu Kronologi Penyanderaan 3 Anggota DPRD Jayawijaya

WAMENA (JAYAWIJAYA) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jayawijaya, Taufik P. Latuihamallo belum bisa memberikan keterangan terkait penyanderaan tiga anggota DPRD Jayawijaya yang dilakukan mahasiswa Papua di Jakarta.

“Saya sendiri belum berani memberikan statmen karena saya belum tahu kronologsisnya seperti apakah ini memang disandera atau memang hanya ditahan untuk disampaikan aspirasi atau bagaimana itu ksmi belum tahu,” ungkap Taufik ketika ditemui wartawan di Gedung DPRD Jayawijaya, Kamis (16/4) kemarin.

Taufik mengakui, memang Wakil Ketua II DPRD Jayawijaya, Soleman Elosak telah menyampaikan bahwa mereka tengah berada diasrama mahasiswa sedang dialog dengan Mahasiswa, dan telah menyerahkan aspirasi kepada para anggota dewan.

“Dan mereka katakan bahwa malam ini (kemarin-red) mereka pulang (ke Papua),” jelasnya.

Sedangkan, tundingan menyangkut sikap DPRD abu-abu sangat dipahami oleh DPRD. Hanya saja, menurut Taufik, persoalan yang tengah bergulir ini harus dipertimbangkan secara baik karena keputusan yang akan diambil merupakan keputusan yang krusial dan berdampak luas bagi masyarakat di Jayawijaya.

“Jadi dewan juga harus berhati-hati untuk mengambil keputusan, nah kenapa belum sampai pada kesimpulan karena memang kami masih membutuhkan banyak keterangan,” katanya.

Memang, kata Ketua DPRD, dialog yang dilakukan juga belum terlalu maksimal, karena itu pihaknya berencana membuka dialog interaktif lewat RRI, dan menghadirkan Kapolres untuk memberikan keterangan terkait apa yang mendasari Mako Brimob harus ada di Jayawijaya, dan pihaknya juga berpikir untuk meminta Komisi A DPRD melakukan pertemuan dengan Kapolda Papua.

“Jadi teman-teman diluar menilai DPRD Abu-abu sebenarnya bukan abu-abu kami berupaya mendapatkan informasi, keterangan penjelasan yang maksimal sehingga bisa memutuskan dengan baik,” tukasnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa Jakarta yang dikonfirmasi siang kemarin, menuturkan pihaknya masih sama-sama dengan ketiga anggota DPRD Jayawijaya. Diakui, memang ketiga anggota DPRD Jayawijaya itu meminta kepada mahasiswa bila sudah ada tiket untuk pulang akan langsung bertolak ke Papua.

Sebelumnya, Mahasiswa asal Papua yang ada di Jakarta menyandera tiga orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jayawijaya.

Ketiga anggota DPRD Jayawijaya yang disandera ini diantaranya Wakil Ketua II DPRD Jayawijaya, Soleman Elosak, Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan, Hukum dan HAM, serta anggota Fraksi Pilamo, Elia E. Dabby.

Ketiga wakil rakyat ini disandera sejak Selasa (14/4) ketika sedang berada di Swisbell Hotel usai mengikuti Bimtek di Batam dan hendak pulang ke Jayapura, Papua. [CenderawasihPos]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah