-->

Terkait Smelter, Pemprov Papua Lakukan MoU dengan Pemerintah China

KOTA JAYAPURA – Selama tiga hari mulai dari tanggal 17 April, rombongan gubernur Papua Lukas Enembe melakukan kunjungan kerja ke Negara China untuk melihat dari dekat pabrik smelter di negeri tirai bambu itu.

Gubernur Papua Lukas Enembe melalui staf khusus dalam release yang diterima menjelaskan kunjungan ini merupakan kunjungan awal Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah China.

“Kami sudah lakukan pertemuan pertama dengan dengan China Development Bank  dan juga China Gold International Resources Corp. Kita lanjutkan dengan beberapa perusahaan untuk menjalin kerjasama. Salah satunya kita melakukan penandatangan kesepahaman (MoU-red) antara perusahaan PT Pelisko yang berkedudukan di Provinsi  An Hui China,”kata Gubernur dalam releasenya.

Dikatakan gubernur, dirinya melihat item dalam nota kesepahaman ini cukup menarik, diantaranya   kesepahaman memulai investasi dari Pemprov An Hui masuk ke Papua.

“Ini langkah awal kebangkitan industri-industri di Papua. Terutama kesepahaman kita untuk melakukan investasi pembangunan smelter di Papua, baik tembaga maupun emas,”tukasnya.

Untuk itu, Enembe mengatakan  integrasi harus dibangun, karena pihak China mempunyai keseriusan yang luar biasa dan didukung dengan sumber dana yang cukup besar dari pemerintah Perbankan di China yakni China Development Bank dan didukung oleh Pemerintah Provinsi Anhui.

“Ini membuktikan bahwa keseriusan China untuk memberi investasi di Papua dan item kesepahaman cukup bagus,”akunya.

Melihat keseriusan dari Pemerintah China inilah, maka akan dilanjutkan lagi ke  MoU/nota kesepahaman  yang mendetail dengan Pemerintah Papua serta Pemerintah kabupaten/kota yang akan investasi di wilayah kerja terutama kabupaten/kota di Papua.

“Tentu kerjasama ini saling menguntungkan antara Pemprov Papua dan Pemerintah China terutama   China Gold yang akan berinvestasi di Papua. Mereka ingin lebih berkontribusi dengan kemajuan Papua dan Pembangunan Papua,”ujarnya.

Dikatakannya  lagi saat melakukan kunjungan ke China, dirinya bersama rombongan sudah melihat perusahaan yang ada di China dan sudah mengunjungi perusahaan yang bergerak dibidang emas dan tembaga.

“Perusahaan ini sangat ramah lingkungan dan yang ada di perusahaan perkotaan, mereka sangat menjaga aspek lingkungan,”pujinya.

Misalnya saja  limbah pabrik semua digunakan dan difungsikan, jadi tidak ada limbah yang dibuang. Karena semua digunakan dalam satu kawasan.

“Kita berharap kerjasama ini berjalan, demi kemajuan Papua,”selanya.

Saat ini yang diinginkan perusahaan China ini adalah memulai kerja dengan cepat, sebaga tindak lanjut dari kesepahaman yang akan dilakukan selanjutnya. Karena perusahaan ini mempunyai dana yang besar.

“Ini sebagai langkah memulai, sebelum pembangunan smelter, maka kita harus memulai terlebih dahulu.  Saya harap bulan Juli sudah harus mulai. Namun ini baru sebatas kesepahaman. Akan ada tindak lanjutnya lagi yang lebih mendetail tentang  apa yang akan kita lakukan. Namun saya lihat mereka lebih serius dan jika mereka serius, saya menjadi lebih sungguh-sungguh,”kata Gubernur dengan nada meyakinkan.

Rombongan gubernur yang berkujung ke China adalah Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, Bupati Puncak Willem Wandik, Bupati Nduga Yairus Gwijangge, Bupati Paniai Hengky Kayame.  Kemudian Ketua DPRP Yunus Wonda, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Bangun Manurung, Kepala Dispenda Papua Ridwan Rumasukun. [PasifikPos]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah