-->

TNI Dituding Lewati Perbatasan RI-PNG di Sandaun secara Ilegal

PORT MORESBY - Komandan Angkatan Pertahanan Papua Nugini (PNG), Brigadir Jenderal Gilbert Toropo masih menunggu laporan dari petugasnya di Sandaun mengenai laporan beberapa tentara Indonesia yang melintasi perbatasan Indonesia – PNG secara tidak sah, pekan lalu.

Toropo mengatakan, ia telah mengarahkan perwiranya di basis pertahanan Vanimo untuk menyampaikan laporan tentang masalah tersebut.

Pernyataan Toropo ini untuk menanggapi laporan Koran PNG, The National edisi Selasa (15/4/2015) yang melaporkan delapan tentara Indonesia bersenjata dilihat oleh penduduk kampung di Vanimo melintasi perbatasan dekat kampungWutung.

Para prajurit PNG pada waktu itu dikatakan sibuk memeriksa penumpang dan kargo dari Indonesia, sekitar 100 meter dari pos pemeriksaan militer PNG.

Anggota parlemen dari Wutung, Raphael Tungla mengatakan kepada The National bahwa tentara Indonesia melewati monumen perbatasan di pantai dan berjalan ke tepi kampungnya pekan lalu.

Namun dia mengatakan mereka segera berbalik ketika penduduk kampung bertemu mereka. Tungla menyatakan keprihatinannya atas kelemahan tentara PNG dalam menjaga perbatasan negaranya

Ia mengatakan tentara harus berpatroli di perbatasan, bukannya memeriksa penumpang yang kembali dari pasar di perbatasan yang notebene sudah diperiksa oleh Bea Cukai, Imigrasi dan polisi di pos administrasi perbatasan.

Dia mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada perwira militer senior di pos pemeriksaan.[Jubi]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah