Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 21 June 2015

Arief Yahya Buka Festival Danau Sentani VII 2015

loading...
SENTANI (JAYAPURA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Arief Yahya membuka pergelaran Festival Danau Sentani  ke VIII tahun 2015 di Pantai Khalkote, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

"Jadi festival ini bukan saja sebagai ajang kebudayaan, tapi juga bisa mensejahterakan rakyat di sini,"kata Arif Yahya saat memberikan sambutan, ditemani oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise serta Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw dan unsur Forkumpimda Papua, Sabtu (20/6).

Arief mengatakan, FDS ke VIII kehadirannya yang paling penting adalah menyadarkan masyarakat untuk menyeimbangkan nilai-nilai kebudayaan dan nilai ekonomi.

"Mungkin kehadiran saya yang paling penting adalah pertama-tama menyadarkan masyarakat untuk menyeimbangkan nilai kebudayaan dan nilai keekonomian," ujarnya.

Ia berharap dengan pergelaran festival Danau Sentani ke VIII ini, masyarakat dapat memahami hal ini dan mulai melakukannya. Sembari menegaskan, FDS kali ini merupakan momentum penting untuk menunjukkan kesiapan Papua menjelang Pekan Olahraga Nasional 2020.

"Ini momentum bagi Papua berbenah diri untuk persiapan menjadi tuan rumah PON 2020," ucapnya.

Menurut Arief, festival yang sudah berjalan selama delapan tahun ini juga memberikan dampak pembangunan di berbagai sektor, termasuk infrastruktur. Selain membantu pembangunan jelang PON lima tahun lagi, momentum ini bisa membantu daerah setempat mewujudkan moto “Visit Papua” pada 2022.

Arief mengakui, saat ini kunjungan wisatawan menuju Tanah Cenderawasih masih sangat minim. Festival ini pun diharapkan bisa mendongkrak jumlah pengunjung hingga mencapai target 2015, yaitu 35.282 wisatawan mancanegara dan 800 ribu wisatawan Nusantara.

"Juga menghasilkan pendapatan daerah sebesar Rp 1,1 triliun bagi Provinsi Papua," ujarnya.

Selanjutnya, Arif mengakui dua hal yang membuat Papua mampu menghasilkan pendapatan sebesar itu, pertama adalah Papua memiliki alam yang berbeda dengan yang lainnya, sehingga kekuatan nomor satu di Papua yaitu alam.

"Jadi Papua kekuatan nomor satu adalah alamnya, di sini alam berbeda, pegunungan, danau dan sebagainya sangat indah,"katanya.

Kedua adalah kebudayaan yang sangat unik. Namun kata dia, kelemahannya adalah media, masih kurang mempublikasinya.

"Saya mau bilang, industri pariwisata itu adalah cara tercepat untuk mendapatkan devisa daerah, minimal Papua akan mendapatkan Rp 2 Triliun dan itu untuk masyarakat Papua. Saya juga mengucapkan terima kasih bagi pelaku budaya yang menunjang pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif di Papua, ” katanya

Festival Danau Sentani biasanya digelar pada pertengahan Juni. Pada tahun ini, Festival Danau Sentani mengusung tema “My Culture, My Prosperous” atau “Budayaku, Sejahteraku”. Tema itu merupakan ekspresi diri dari kecintaan terhadap sesama manusia melalui penguatan karakter bangsa.

"Festival Danau Sentani 2015 diharapkan bisa menjaga harmonisasi etnik komunitas Danau Sentani," tuturnya.

Ada beberapa acara yang akan digelar dalam festival yang berlangsung 19-23 Juni 2015 itu. Antara lain pawai budaya, pertunjukan seni tari dan musik tradisional, pameran kerajinan rakyat, dab kuliner tradisional. Ada pula promosi wisata, tur wisata, dan PON 2020 di Papua.

Selain itu  juga dilakukan penaburan benih ikan air tawar sebanyak 1 juta ekor oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Arif Yahya bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohanna Yambise bersama Forkompimda Papua di Kepulauan Asei Kecil, Distrik Sentani Timur.  [Antara|TapaNews]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...