Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 18 June 2015

DPRP Minta PSSI Klarifikasi Pembatalan Persipura Jayapura - Pahang FA

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Papua (DPRP) mendatangi kantor Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk meminta penjelasan terkait batalnya pertandingan antara Persipura Jayapura dengan tim Malaysia Pahang FA dalam laga Piala AFC 2015.

Akibat pembatalan itu Persipura dinyatakan kalah WO oleh Asosiasi Sepakbola Indonesia (AFC).

"Saya hari ini datang untuk meminta klarifikasi terkait semua proses panjang (batalnya pertandingan Pahang-Persipura)," ujar Yan Mandenas di Jakarta, Selasa (16/6).

Mandenas menjelaskan ia sudah bertemu dengan pihak Konfederasi Sepak Bola Asia yang diwakili oleh Deputy Sekjen AFC dan Direktur Bidang Hukum AFC beserta pengurus.

"AFC sudah mengeluarkan kesimpulan pada tataran keputusan yang mereka keluarkan untuk memberikan kemenangan WO (walk over) Pahang FA. Jadi kami minta diperjelas keputusan WO itu," kata Mandenas.

Ia menjelaskan bahwa keputusan WO tersebut diambil karena sudah ada kesepakatan dengan PSSI yang tidak dipenuhi oleh organisasi sepak bola nasional tersebut.

"Apa alasan PSSI tidak melayani tim Pahang yang telantar di bandara selama 10 jam?" tanya Mandenas.

Ia kemudian mendapatkan penjelasan bahwa Manajer Pahang FA menghubungi Sekjen PSSI Azwan Karim agar bisa menjemput tim, namun permohonan untuk difasilitasi tidak kunjung datang.

"Manajer Pahang menghubungi langsung sekjen PSSI Azwan Karim dan jawabannya 'on the way' dan 'on the way' sampai 10 jam, mereka tidak mendapat konfirmasi dari perwakilan PSSI untuk mengurusi visa sehingga mereka mengambil kesimpulan untuk pulang lagi ke Kuala Lumpur," ujar Mandenas.

Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Anggota DPRP bertemu dengan pengurus Federasi Sepak Bola Asia (AFC) di Kuala Lumpur, Jumat, (12/6).

Dalam pertemuan itu pihak Indonesia yang diwakili Yan Parmenas Mandenas dan Kamasan Jack Komboy dari DPRP, Gatot S Dewa Broto dari Deputi V Kemenpora serta Tri Gustono dari Kepala Pensosbud KBRI di Kuala Lumpur berbincang dengan pihak AFC yang dipimpin Dato' Windsor John sebagai Deputi Sekjen AFC; Sanjeevan Balasinggam sebagai Direktur Bidang Asosiasi dan Pengembangan Anggota AFC serta Benoit Pasquier sebagai Direktur Legal AFC.

DPRP saat itu meminta keadilan dan meminta pertandingan itu dijadwalkan ulang. Mereka juga menyampaikan masyarakat Papua sangat kecewa dengan batalnya pertandingan itu, yang dijawab Deputi Sekjen AFC, Dato' Windsor John dengan menjelaskan bahwa tidak ada maksud untuk menjatuhkan keputusan kemenangan WO pada Pahang FA secara tidak adil.

Sebab keputusan tersebut diambil oleh Exco AFC dan semata-mata berdasarkan regulasi AFC dan bukan karena adanya kejadian kegiatan keolahragaan PSSI yang sedang dibekukan oleh Kemenpora. Mereka mengatakan bahwa seluruh federasi anggota AFC dan klub yang bertanding di kompetisi AFC seharusnya sudah mengetahui regulasi yang ada dan konsekuensinya.

Selain itu, jadwal pertandingan yang sudah tersusun lama tidak boleh menjadi alasan bagi PSSI untuk tidak mempersiapkan diri seandainya ada klubnya yang menjadi tuan rumah pertandingan. Serta menjamin pengurusannya seawal mungkin baik diminta atau tidak diminta khususnya dalam bersinergis dengan pihak imigrasi.

AFC menegaskan sama sekali tidak menyebutkan adanya kesalahan pada Kemenpora melainkan justru ditimpakan pada federasi. Bahwasanya saat itu sedang dibekukan, faktanya PSSI masih beraktivitas di peradilan setempat (PTUN) dan menghadiri Kongres FIFA. Termasuk sanksi oleh FIFA untuk larangan klub atau timnas dari Indonesia yang boleh berlaga di event internasional terkecuali di Sea Games 2015 di Singapura.

Terkait pertandingan atara Persipura dengan Pahang FA. Hal utamanya karena tiga pemain tim asal Malaysia tersebut tertahan imigrasi Bandara Soekarno-Hatta. Berdasarkan kejadian tersebut AFC memutuskan Pahang FA menang WO terhadap Persipura.[Kompas/Papuanesia] 
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :