-->

Pengembangan Sumber Daya Orang Asli Papua dalam Bidang Teknologi Informasi Dinilai Kurang

KOTA JAYAPURA - Kepala Dinas Kominfo Papua Archipus Kaise mengakui untuk pengembangan  Sumber Daya Manusia orang asli Papua (OAP) khusus dibidang  Teknologi Informatika (IT) memang dirasakan masih sangat kurang.

Hal ini dapat terlihat dari para peserta Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Bagi Angkatan Kerja Muda yang diselenggarakan Badan Litbang SDM Kominfo RI. Dari puluhan peserta, hanya tiga orang putra asli Papua dan selebihnya adalah non Papua.

Acara ini sendiri diselenggarakan selama empat hari di Aula Kominfo Papua, kemarin Senin (15/6). 

“Dengan demikian ini merupakan pekerjaan rumah bagi Kominfo dan Pemerintah Provinsi Papua khususnya untuk bagaimana mencari jalan keluarnya. Saya juga sempat melihat tadi dari 60 lebih peserta yang hadir hanya tiga orang putra asli Papua saja yang ikut, sedangkan yang lainnya dari non Papua,”akunya kepada wartawan disela – sela acara.

Saat ini dinas yang dipimpinnya itu mempunyai program besar dalam rangka perkembangan IT kedepan di Papua, dengan mencoba membangun kampung mandiri IT yang berbasis di Kampung Mammit – Yahukimo.

Dengan kampong mandiri IT ini  diharapkan dapat membangkitkan semangat untuk mengenal computer dan kedepan nantinya seluruh aktifitas seperti penerimaan pegawai atau apapun, Orang Papua juga akan terlibat dan bisa menggunakan system komputerisasi dan tidak manual lagi.

Sementara itu terkait Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Bagi Angkatan Kerja Muda, dijelaskannya bahwa acara ini diselenggarakan Balai Besar Pengkajian Kominfo – Kementerian RI melalui Makassar, dimana kegiatan ini yang pertama kali diselenggarakan di Papua, sedangkan di Indonesia yang ketiga kalinya.

“Harapannya dapat menciptakan kader – kader muda angkatan kerja. Dengan harapan kalau misalnya kedepannya nanti, ada kegiatan yang berkaitan dengan sertifikasi pengadaan atau kegiatan lainnya yang berhubungan dengan ini, itu mereka bisa mengikuti. Karena secara tidak langsung sudah memberikan kontribusi bekal info bagi mereka untuk bagaimana melihat peluang yang ada. Sebab tidak selamanya beberapa pengusaha besar saja. Akan tetapi angkatan kerja muda bisa ikut terlibat secara langsung untuk kegiatan ini,”jelasnya panjang lebar.

Rata- rata peserta adalah para pencari kerja umumnya mahasiswa yang ada di Papua yang mendaftarkan diri melalui system media online dan tidak melalui lisan, sehingga mereka dibina untuk 100 persen mendapatkan kelulusan.

“Peserta adalah Program S1, D1 – D3 yang diambil dalam rangka mendidik mereka dari bidang studi Informatika,”selanya.

Jumlah peserta sendiri, menurut Kaise, sebenarnya ada 72 orang yang ikut. Namun yang hadir hanya 60-an saja sisanya berhalangan.

Sebelumnya Wakil Pengembangan Litbang dan SDM Kementerian Kominfo – Republik Indonesia RI Ir Ruslan Arum MM mengatakan diselenggarakannya Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Bagi Angkatan Kerja Muda, agar SDM di wilayah Timur setara dengan sumber daya manusia di wilayah barat.

“Tahun 2015 nanti kami akan mengundang seluruh Kepala Dinas Kominfo untuk mempelajari tupoksinya masing – masing bagi pengembangan SDM. Termasuk juga   akan ada keterkaitannya dengan angkatan kerja muda,”kata Ir  Ruslan.

Untuk itu dirinya meminta kepada para peserta agar betul – betul mempergunakan kesempatan ini dan berharap agar para peserta dapat lulus 100 persen. Acara dibuka Asisten Bidang Umum – Sekda Papua, Rosina Upessy mewakili Gubernur Papua.

Dalam sambutannya Asisten bidang Umum Rosina mengatakan Sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SSKKNI) Bagi Angkatan Kerja Muda ini dari Kementerian Kominfo – RI telah memberikan kesempatan kepada angkatan kerja muda untuk ikut dan telah memilih Papua sebagai SSKKNI bagi angkatan kerja muda.

“Kami minta kepada para peserta untuk sungguh – sungguh ikut dan hasilnya nanti bukan hanya sekedar lulus saja. Akan tetapi ada juga isinya. Sebab persaingan tenaga kerja semakin kompleks,”kata Rosina.

Nantinya apabila para peserta lulus maka mereka telah memiliki   modal untuk  memasuki masyarakat Ekonomi Asean yang disingkat MEA. [PasifikPos]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah