-->

Resimen Induk Kodam (Danrindam) Cenderawasih Baret Bintara dan Tamtama

KOTA JAYAPURA - Resimen Induk Kodam (Danrindam) XVII/Cenderawasih merampungkan latihan Yudha Wastu Pramuka dan tradisi pembaretan siswa pendidikan pertama Bintara dan Tamtama TNI AD tahap II Kecabangan Infanteri TA 2014.

Komandan Dindam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Djambar Barmo memimpin upacara penutupan latihan Yudha Wastu Pramuka dan tradisi pembaretan itu, di Pantai Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura yang diikuti Bintara dan Tamtam TNI AD.

"Hakekat dari pengukuhan yang dilaksanakan pada Selasa (23/6) kemarin adalah diterimanya siswa Bintara dan Tamtama secara resmi sebagai warga Korps Infanteri," kata Danrindam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Djambar Barmo, di Jayapura, Rabu.

Menurut dia, kegiatan itu menuntut para siswa Bintara dan Tamtama yang masuk ke dalam Korps Infanteri untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan fisik dengan didukung semangat juang, jiwa korsa serta kebanggaan yang tinggi terhadap kecabangan Infanteri sebagai bekal pengabdian kepada Bangsa dan Negara yang tercinta.

"Pembaretan dan penyematan brevet kualifikasi Yudha Wastu Pramuka merupakan suatu pengakuan dan penghargaan bagi siswa Bintara danTamtama Infanteri," katanya.

Selama menjalani pendidikan kecabangan Infanteri, lanjut Barmo, para prajurit telah dilatih dan ditempa dengan latihan rawa, laut, sungai dan pantai agar dapat menjadi prajurit yang tangguh, terampil dan pantang menyerah.

"Prajurit Infanteri sebagai pasukan tempur terdepan harus mempunyai kemampuan jelajah tinggi, baik bertempur jarak dekat dalam operasi di hutan, gunung, rawa, laut, sungai maupun pantai," katanya.

Sebagai pasukan yang bertempur di garis terdepan, lanjur Barmo, prajurit Infanteri harus membekali diri secara baik menghadapi tantangan di medan pertempuran.

Dalam latihan Yudha Wastu Pramuka, para siswa Bintara maupun Tamtama telah mengikutinya secara sungguh-sungguh dan penuh semangat.

"Para siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan dasar prajurit Infanteri, terutama dalam meningkatkan ketahanan fisik, semangat juang, jiwa korsa dan kebanggaan sebagai prajurit Infanteri yang dapat diandalkan menghadapi medan pertempuran," katanya.

Sementara, sasaran yang ingin dicapai adalah terwujudnya kemantapan profesionalisme prajurit Infanteri dan siap menghadapi setiap bentuk medan dan kondisi cuaca daerah pertempuran.

Selanjutnya, tradisi pembaretan yang dilaksanakan itu bertujuan untuk menanamkan jiwa korsa (esprit de corps), soliditas dan semangat pengabdian.

"Selain itu juga untuk menanamkan kebanggaan kepada para siswa tentang tugas dan pengabdian Korps Infanteri, melestarikan nilai-nilai tradisi kecabangan Infanteri serta memberikan makna kekeluargaan yang mendalam," ujarnya.

"Karena melalui acara pembaretan ini maka para Bintara dan Tamtama siswa telah diterima secara resmi menjadi warga Korps Infanteri dan berhak mengenakan baret hijau Infanteri bila bertugas di satuan-satuan Infanteri," tambahnya.

Momen itu juga, kata Barmo, merupakan awal dari pengabdian yang panjang serta akan dihadapkan dengan tugas-tugas yang cukup berat dengan segala tantangannya.

"Prajurit Infanteri mempunyai konsekuensi yang harus diwujudkan dalam sikap, ucapan, perbuatan dan tanggung jawab," katanya.

Pada acara pembaretan itu nampak hadir tamu undangan, antara lain Dandodiklatpur, Kapolres Jayapura dan Kota Jayapura, pejabat Pemda setempat dan para orang tua siswa baik Bintara maupun Tamtama serta warga masyarakat sekitar.. [Antara]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah