Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 6 July 2015

410 Siswa SD Daftar di SMPN 2 Merauke

loading...
MERAUKE - Ratusan calon siswa Sekolah Dasar (SD) menyerbu Sekolah Menengah Pertama (SMP), salah satunya SMPN 2 Merauke yang  mulai membuka pendaftaran, Rabu, (1/7).

Ketua Panitia Penerimaan SMPN 2 Merauke,  Sumarmini ditemui Media Center, menjelaskan, di hari pertama pendaftaran  tersebut, tidak kurang dari 410 orang telah mendaftarkan diri.

‘’Di hari pertama ini, sudah lebih dair 400 orang sudah mendaftar,’’katanya.

Untuk penerimaan  tahun ini, jumlah siswa yang  diterima hanya 8 kelas. Dimana setiap kelasnya maksimal yang diterima  sebanyak 32 orang.  ‘’Karena kami sudah menerapkan Kurikulum 2013, dimana  dengan kurikulum itu maksimal siswa  dalam setiap ruangan kelas  32 orang.

Terkait dengan masih ada anak-anak kami yang  tinggal kelas, sehingga nantinya setiap ruangan menjadi 34 orang,’’ ujarnya ditemui di sela-sela pendaftaran  siswa baru tersebut.

Besarnya animo masyarakat untuk memasukan anak-anaknya  ke SMPN 2 Merauke tersebut,  ia menyampaikan terima kasih yang menurutnya masyarakat masih memberikan kepercayaan yang tinggi kepada SMPN 2 Merauke  untuk dibina di sekolah pemerintah tersebut.

Selain itu, lanjutnya, besarnya animo masyarakat  itu  pula, karena letak sekolah yang cukyup strategis yang dapat dijangkau  dari berbagai arah.  Meski demikian, terang dia, tidak  semua anak yang mendaftar ke sekolahnya tersebut dapat diterima karena kondisi ruangan yang terbatas.

Karena itu, menurutnya, untuk menentukan kelulusan   atau anak dapat diterima, pihaknya melakukan test tertulis maupun wawancara terhadap siswa yang nilai Unasnya dibawah rata-rata 9. 

‘’Bagi  anak yang nilai Ujian Nasionalnya dibawah rata-rata 9, kita akan melakukan test tertulis dan wawancara. Dimana setiap ruangan nanti akan diurut nilai tertinggi  dari test  tertulis tersebut,’’ jelasnya.

Menyangkut kelas affirmatif bagi anak-anak asli Papua, pihaknya mengaku tetap ada satu kelas yang disiapkan khusus bagi anak-anak asli Papua, namun nantinya akan tetap ada pendatang dalam ruangan tersebut untuk menggairahkan  ruangan tersebut. [InfoPublik]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...