-->

Capai 19,90 Persen, Kota Sorong jadi Daerah Inflasi Tertinggi di Indonesia

KOTA SORONG – Bulan suci Ramadan di bulan Juni 2015 menyebabkan kenaikan pada sejumlah komoditi di Kota Sorong, dari perhitungan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sorong dan Perhitungan inflasi di seluruh Kota di Indonesia, Kota Sorong menempati urutan pertama.

“Perkembangan indeks harga konsumen/inflasi kota Sorong pada Juni 2015 terjadi inflasi sebesar 1,90 persen dari 82 kota inflasi di Indonesia, inflasi di kota Sorong adalah yang tertinggi dibandingkan dengan kota lainnya, Manokwari pada posisi ke 6 tingkat nasional disusul oleh kota Bau-Bau pada peringkat ke 7,” terang Kepala BPS Kota Sorong Johannis Lekatompessy,SE melalui Kepala Seksi Statistik dan Distribusi BPS Kota Sorong, Noviandy Dwi Setyawan, SST, M.Si kepada wartawan dalam penyampaian IHK dan Inflasi Kota Sorong (1/7).

Dikatakan Noviandy, komo­diti dengan andil terbesar terhadap inflasi yaitu ikan kembung (lema segar), daging ayam ras, telur ayam ras, tomat sayur dan ikan teri/puri segar, sementara untuk perubahan harga terbesar terjadi padatomat sayur, sirih, cabai merah, telur ayam ras dan lemon.

“Yang cukup feno­menal di bulan juni di Kota Sorong adalah ketersediaan telur ayam ras yang sempat langka dengan harga mencapai 100 ribu/ram, dari penyampaian dinas perdagangan yang berkoordinasi dengan dinas pertanian, untuk stok telur saat ini cukup aman dengan datangnya 8 kotainer stok telur,” ujarnya.

Terjadinya inflasi tertinggi di Kota Sorong menurutnya harus menjadi perhatian dari Tim Pe­ngendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Sorong, hal ini mengingat saat Ramadan sudah terjadi inflasi cukup tinggi, terlebih saat jelang hari raya Idul Fitri, kebutuhan masyarakat yang meningkat akan memicu terjadinya kenaikan harga. Pengawasan dari pihak terkait bersama TPID sangat dibutuhkan agar stok sejumlah komoditi tersedia dan pendistribusiannya berjalan lancar.

“Inflasi menurut pengeluaran di Kota Sorong, untuk bahan makanan penyumbang terbesar terjadinya inflasi, disusul makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau serta perumahan, listrik, air, gas dan bahan bakar,” pungkasnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel