Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 22 July 2015

DPD RI Minta Masyarakat di Papua Barat Saling Bergandeng Tangan

loading...
FAKFAK - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Abdullah Manaray, ST menyatakan, harus ada kesadaran bersama dari seluruh elemen masyarakat di Papua Barat.

Menurut Senator asal daerah pemilihan Provinsi Papua Barat ini, bahwa di provinsi ini masyarakatnya sudah sangat heterogen, terdapat berbagai macam suku,dan segala adat istiadatnya diberbagai kabupaten/kota.

"Baik dari suku Papua maupun luar Papua dengan berbagai latar belakang profesi yang dimilikinya.  Sehingga hal ini harus menjadi kesadaran kita semua untuk saling menghormati diantara sesama masyarakat, saling bergandeng tangan untuk saling membantu dalam setiap masalah yang dihadapi di sekitar kita,’’ tandas Manaray pada Senin (20/7).

Papua Barat,lanjut dia, saat ini terus bergerak maju, baik dalam hal pembangunan fisik, manusianya, ekonominya, sosial budaya maupun toleransi antar umat beragama sudah terpelihara dan berjalan dengan baik, dan itu sudah mulai sejak masuknya agama  di Pa­pua.  Sejak dahulu antara adat dan agama di tanah Papua tidak pernah terjadi permusuhan justru yang terjadi adalah saling melengkapi.

"Marilah kita tetap menjaga ketertiban dan keamanan di sekitar lingkungan kita dan terkait dengan kasus di Ttolikara, Papua, marilah kita mempercayakan kepada pihak keamanan untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan mengusut tuntas siapa pelaku dan apa motif serta provokator di balik kejadian tersebut,’’ ujarnya.

Anggota DPD ini merasa yakni, masalah di Papua dapat diselesaikan oleh orang Papua sendiri dengan duduk bersama.

"Kita orang Papua sendiri dapat menyelesaikan dengan duduk bersama. Kita punya lembaga adat, dan agama yang selama ini berjalan dengan baik. Kita tidak mau berbagai provokator dengan segala hasutannya ingin memperkeruh situasi," tandasnya. [RadarSorong]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...