-->

DPRP Minta Polisi Tindak Tegas Penganiaya Anak Kandung

KOTA JAYAPURA - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP)  Bidang Hukum dan HAM, Mathea Mameyau mengecam keras perbuatan penganiyaan yang dilakukan DH terhadap anak kandung sendiri yang masih berumur 6 tahun.

"Sebagai anggota DPR dan Tokoh Perempuan dan pemerhati anak, saya sangat tidak menyetujui dan mengutuk perbuatan ibu itu yang tega melakukan penganiayaan terhadap anak  sendiri. Saya juga dapat merasakan sakit dan tekanan yang dirasakan anak itu," kata Mathea pada Rabu (17/6).

Dirinya juga meminta kepada pihak kepolisian resort Jayapura kota untuk menindak tegas DH  yang melakukan aksi penganiayaan terhada anak kandungnya.

"Saya minta kepada Kapolres Jayapura Kota dan jajarannya untuk mengambil sikap tegas karena ini sudah tertangkap tangan dan harus di proses dan ditindak tegas, jangan ada cela sedikitpun untuk ibu ini," tegasnya.

Ditegaskan Mathea, jangan jadikan anak objek pelampiasan kekecewaan ataupun beban perekonomian karena dengan tindakan kekerasan serta penganiyaan itu sama sekali tidak di benarkan dalam aturan manapun di Negara Republik Indonesia.

"Kalau mau melakukan sesuatu terhadap anak, pikir dulu. saya kira semua perempunan merasakan betapa beratnya mengandung dan melahirkan, kalau ko tidak mau anak itu, berikan kepada orang yang bisa menafkahi anak itu atau ke panti asuhan bukan diperlakukan dengan keji," tegasnya lagi.

Diharapkan pihak instansi terkait baik Kesehatan maupun Dinas Sosial untuk memberikan perhatian terhadap kasus yang dialami MS.

"Saya minta pihak kesehatan dan dinas sosial untuk merawat anak ini dengan baik tanpa ada biaya terhadapnya arena semua anak masih punya masa depan, tolong rawat dia dengan baik," harapnya. [Dharapos]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah