Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 30 July 2015

Forum Zakat Nasional Merinding Lihat Perdamaian Umat Beragama di Papua

JAKARTA - Sekretaris Eksekutif Forum Zakat Nasional (FOZ Nas), Amin Sudarsono, mengaku merinding melihat umat berbeda agama di Papua yang mampu duduk bersama dalam rangka perdamaian antara umat Muslim Tolikara dan Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) atas kejadian kericuhan di Karubaga pada 17 Juli, lalu.

"Malam ini, saya merinding menyaksikan mereka duduk bersama dalam satu lingkaran," kata Amin, Rabu malam (29/7).

Dia berharap, dengan adanya acara mediasi antara Muslim dan GIDI di Tolikara, masalah selama ini terselesaikan.

"Mari aminkan perdamaian di Papua, diiringi kebebasan beribadah semua umat dan keamanan tempat ibadahnya," kata dia.

Komunitas Muslim Tolikara melakukan pertemuan dengan pemimpin GIDI di Sekretariat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua, Jayapura, pada Rabu (29/7) malam.

Presiden GIDI, Dorman Wandikbo, mengatakan pihaknya menyesalkan seluruh kejadian di Tolikara.

"Kami semua adalah korban, setelah ini banyak umat GIDI di beberapa daerah yang mengalami intimidasi," katanya.

GIDI siap melakukan perdamaian sampai seterusnya dengan harapan agar sikap umat Kristen di Papua dapat dicontoh oleh umat mayoritas non Kristen yang ada di wilayah lain di Indonesia.

Sementara itu, Wakil Komunitas Muslim Tolikara, Imam Masjid Baitul Muttaqin Ali Mukhtar, mengatakan puluhan tahun hidup di tanah Papua tidak pernah ada sengketa agama dengan gereja manapun. "Saya sudah kenal lama dengan pemimpin GIDI di Tolikara, tak ada masalah, Papua tanah damai," katanya.

Menjelang tengah malam, mereka semua membentuk Tim Sebelas, yang terdiri atas perwakilan GIDI Tolikara, Muslim Tolikara, dan tokoh lintas agama. Mereka merumuskan naskah perdamaian yang lebih substantif dan berusia panjang agar kejadian yang sama tak terulang lagi di seluruh Tanah Papua. [Republika]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :