-->

Hutan di Kawasan Distrik Jayapura Utara Harus Dijaga

KOTA JAYAPURA - Melestarikan hutan bukan tanggung jawab kelompok tertentu atau Pemerintah saja akan tetapi melestarikan hutan adalah merupakan tanggung jawab semua pihak termasuk masyarakat sehingga keawetan hutan dapat dinikmati masyarakat.

Hutan Angkasa, Pasir dua dan Pasir enam di Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura saat ini hanya tinggal cerita. Bagaimana tidak, hutan yang di tahun-tahun lampau sangat rimbun dengan pepohonan besar yang dapat dipeluk oleh dua sampai tiga orang namun kini tak terlihat lagi.

Beberapa waktu lalu, jajaran Kodam XVII Cendrawasih pernah melakukan penanaman ribuan anakan pohon namun hingga saat ini ribuan anakan pohon tersebut hanya tersisa separu.

Gundulnya kawasan Angkasa sudah sangat parah bahkan bagian lereng bukit yang beberapa waktu lalu masih kelihatan hijau pun sudah mulai rusak, akibat pengambilan kayu suang dan bercocok tanam.

Terkait hal tersebut maka Walikota Dr. Benhur Tomi Mano, MM bersama SKPD terkait melakukan peninjauan ke kawasan Angkasa, Pasir dua dan Pasir enam.

Pantauan Dharapos.com di kawasan Angkasa, Walikota hanya bisa menatap gugusan bukit yang habis dibabat oleh kelompok tertentu untuk mengambil kayu suang demi kepentingan pribadi tanpa memikirkan keselamatan orang banyak.

Walikota kepada wartawan mengungkapkan hutan di seluruh wilayah kota Jayapura saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan sehingga dirinya terpaksa harus turun lapangan (turlap) guna melihat langsung kondisi hutan di ketiga kawasan dimaksud.

“Saya minta kepada para Ondoafi selaku pemilik hak ulayat di daerah Pasir dua, Pasir enam dan Angkasa untuk berhenti melepaskan tanah adat karena kondisi hutan sudah rusak. Karena apabila hal tersebut tidak diindahkan maka akan terjadi musibah dan bencana besar bagi warga kota Jayapura,” ungkapnya.

Saat turlap juga, lanjut Walikota, dirinya telah bertemu dengan beberapa kepala suku dan mereka juga mengatakan mendukung program Pemkot untuk melakukan penanaman kembali, agar hutan, air dan tanah dapat dinikmati anak cucu dengan baik.

“Ada salah satu kepala suku Wamena kota juga mengaku sering mengikuti perkembangan di TVRI Papua terkait seruan untuk melestarikan hutan dan dirinya sangat mendukung. Bahkan dia minta agar Pemkot segera memasang Satpol PP Line agar mereka yang melakukan penebangan kayu-kayu suang tidak melakukan lagi karena dirinya sangat prihatin melihat hutan angkasa sampai pasir dua dan enam yang sudah habis,” lanjut Walikota mengulangi ucapan sang kepala suku.

Pemilik hak ulayat juga diminta untuk mendukung program Pemkot dan minggu depan juga kawasan tersebut akan dipasang Sapol PP line, agar tidak ada lagi penebangan pohon.

“Selesai hari raya Idul Fitri nanti, Pemkot akan lakukan penanaman 500 pohon kayu suang dan kayu besi. Karena lokasi tersebut juga banyak ditanami ubi, nenas bahkan juga telah didirikan gereja dan upaya Pemkot untuk memindahkan gereja ke lokasi pemukiman akan dilakukan nanti agar penanaman pohon dapat dilakukan di wilayah hutan Angkasa,” tandasnya sembari menambahkan pengawasan juga akan dilakukan rutin dan terkait hal ini rencananya selesai Idul Fitri nanti baru dilakukan koordinasi untuk rencana pengawasan hutan tersebut.

Kepala Suku Wamena Tengah, Beni Mabel juga saat berada di kawasan hutan Pasir dua juga mengatakan hutan tersebut dulunya ditanami anak pohon juga oleh Dinas Kehutanan namun tidak ada pengawasan.

“Apabila melakukan penanaman harusnya dicek dulu dan siapa yang harus mengawasi itu harus juga dengan benar agar penanaman tidak sia-sia,” tegasnya.

Beni juga meminta para Ondoafi agar tidak lagi menjual tanah karena ini sudah salah dari awalnya bahkan suku Ormu muncul dengan berbagai pendapatnya sehingga membingungkan.

“Karena lokasi tersebut diberikan oleh Ondoafi kepada masyarakat Pegunungan, sehingga hal ini juga dikuatirkan memicu bentrok antar sesama suku dari Pegunungan,” tegasnya. [Dharapos]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah