-->

Kericuhan di Tolikara Tidak Boleh Terjadi di Sorong Raya

KOTA SORONG - Menindaklanjuti kejadian pembakaran tempat ibadah yang terjadi di Kabupaten Tolikara Papua, segenap unsur forum komunikasi pimpinan daerah di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong melakukan pertemuan dengan pimpinan umat di Aula Kodim 1704/Sorong.

Kegiatan yang sangat penting untuk tetap kondusifnya Kamtibmas di wilayah Sorong dihadiri oleh Danrem 171/PVT, Brigjen TNI. Purnawan Widi Andaru, Bupati Sorong, Dr. Stepanus Malak, M.Si, Wakil Walikota Sorong dr.Hj. Pahimah Iskandar, Danlanal Sorong Kolonel Laut (P) Kunto Tjahjono, Dandim 1704 Sorong Letkol. Inf. Aulia Fahmi Dalimunthe, Kapolres Sorong Kota AKBP Karimudin Ritonga, S.IK, Ketua MUI Kota Sorong, H. Abdul Manan Fakaubun, Ketua MUI Kabupaten Sorong, H. Anderson Meage, Ketua Klasis GKI Sorong, Pdt. A. Mofu, M.Th, para tokoh agama Islam, Kristen Protestan, Katholik, Hindu dan Buddha, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan sejumlah tokoh lainnya.

Dari pertemuan yang dilangsungkan dengan penuh keakraban dan kebersamaan unsur forum komunikasi pimpinan daerah dan juga para tokoh yang ada pada prinsipnya kehidupan yang penuh kasih dan penuh damai menjadi hal yang utama, permasalahan yang terjadi di Kabupaten Tolikara tidak boleh terjadi di wilayah Sorong Raya.

Para tokoh dari sejumlah Agama di wilayah Sorong menyayangkan terjadinya permasalahan di Tolikara tersebut karena Papua pada umumnya adalah masyarakat yang memiliki kearifan lokal cinta damai, saling menghormati dan saling menghargai.

Kejadian tersebut semua pihak baik masyarakat, pemerintah daerah, para tokoh yang ada di wilayah Sorong harus lebih merapatkan barisan agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, memecah belah persatuan dan kesatuan yang terbina sangat baik di Sorong.

Danrem 171/PVT pada kesempatan tersebut menerangkan pasca kejadian di Tolikara banyak pihak yang menginginkan Papua tidak aman, oleh karena itu semua lapisan elemen masyarakat harus dapat mengantisipasi dengan menjaga kebersamaan, saling menghormati, saling menghargai dan meningkatkan koordinasi yang baik apabila ada masalah yang harus diselesaikan.

“Keutuhan di tanah Papua harus kita jaga bersama dan Papua adalah bagian dari NKRI, dan pasca kejadian di Tolikara isu masalah agama sangat sensitif, oleh karena itu isu-isu yang tidak bertanggungjawab harus dicermati dengan baik sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dengan akhirnya kita semua dirugikan, apabila situasi tidak kondusif maka semua aktifitas tidak dapat dilakukan dengan lancar dan nyaman,” ujar Danrem.

Ditemui usai kegiatan, Ketua GKI Klasis Sorong menerangkan, pertemuan yang digelar adalah satu hal yang sangat penting, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan tentunya para tokoh agama maupun elemen masyarakat lainnya sepakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam perbedaan baik agama, budaya maupun suku dalam satu bangsa dan negara yaitu Indonesia.

Ketua MUI Kota Sorong juga menegaskan, komitmen untuk menjaga perdamaian adalah hal yang penting dalam kerukunan antar umat beragama. Peristiwa di Kabupaten Tolikara adalah pelajaran berharga untuk semua lapisan masyarakat di Papua.

“Kita semua mengutuk perbuatan di Tolikara, oleh karena itu jangan mudah terprovokasi, isu-isu provokasi adalah untuk merusak rasa persatuan, kesatuan, kebersamaan dan kerukunan yang sudah terbina baik. kondisi yang sudah aman dan damai harus dijaga bersama. Apa yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab adalah oknum-oknum, oleh karena itu di jaman dengan teknologi yang maju, media memiliki peranan penting untuk penyampaian informasi, oleh karena itu informasi yang disampaikan juga harus tepat sehingga tidak salah tafsir oleh masyarakat,” terang Ketua MUI Kota Sorong.

Tatap muka yang dihadiri ratusan tokoh tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan dengan penuh semangat dan kebersamaan, dan yang tidak kalah menarik dan menyentuh adalah saat penutupan acara yang diakhiri dengan lagu Bagimu Negeri dinyayikan dengan bersama-sama dan serempak membuktikan bahwa sangat indahnya kebersamaan, kedamaian meskipun dalam kondisi yang berbeda. [RadarSorong]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel