-->

Lukas Enembe akui Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) alami Perubahan Mencolok

KOTA JAYAPURA - Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) menunjukan perubahan yang mencolok dari kebijakan anggaran. Selain itu, perbaikan tata kelola pemerintahan serta penertiban aset telah dilakukan.

“Walaupun ikuti perubahan yang terjadi, semuanya sudah dilakukan,” kata Lukas Enembe kepada wartawan usai hadiri Rapat Paripurna DPRP, di Jayapura, Kamis (2/7/).

Selain itu, ujar Gubernur, menempatkan prosedur pembahasan sesuai dengan ketetapan dan jadwal yang sudah disepakati bersama semua hal bisa tercapai walaupun semua peningkatan variabel pembangunan terjadi perubahan, tapi dari sisi lain banyak juga kelemahan kelemahan karena provinsi yang besar ini banyak terdapat masalah masalah yang kompleks.

“Tentu dalam hadapi ini harus kerja keras lagi, agar bisa mencapai apa yang canangkan dengan visi Papua bangkit, mandiri dan sejahtera,” ucapnya.

Menanggapi itu, Gubernur Enembe menegaskan pada akhir 2018 sudah harus ada peningkatan signifikan, baik konektifitas akses antar kabupaten dan kota atau antar kawasan, angka kemiskinan, IPM serta angka kematian ibu dan anak. “Tentu ini diperlukan kerja keras semua pihak,” tambahnya.

Menurut ia, mulai saat ini masyarakat Papua harus membiasakan diri untuk bagaimana membangun dan kelola semua potensi yang ada dengan sendiri untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat.

“Sekarang tidak bisa lagi kita menunggu dan dimanjakan oleh alam, tetapi bagaimana kerja keras untuk menata sendiri guna peroleh pendapatan,” kata Enembe.

Gubernur mengaku, saat ini perubahan sudah terjadi dimana mana karena anggaran banyak turun ke kabupaten dan kota. Hal ini terbukti saat ini rakyat punya uang, dibandingkan dulu mereka tidak pegang uang, ini bisa terlihat dari jumlah orang Papua yang datang ke perbankan meningkat.

“Ini menunjukan keinginan orang Papua untuk maju. Kami juga berusaha supaya akuntabilitas laporan keuangan dibenahi, tentu pembenahan di aset dan seterusnya. Jadi saya pikir harus ada kerja keras semua komponen,” katanya. [Jubi]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah