-->

Makam Guru Wanita SD Sorong Dibongkar OTK Pada Malam Jumat Kliwon

AIMAS (SORONG) - Baru sehari diku­burkan, makam seorang guru berinisial DL (55) di TPU SP 2 Kabupaten Sorong dibongkar orang tak dikenal (OTK) pada malam Jumat (10/7).

Awalnya peristiwa pembongkaran kuburan itu diketahui oleh seorang petugas yang ingin mengambil waterpass yang ketinggalan di TPU kemarin pagi sekitar pukul 06.00 WIT.

Jenazah wanita itu ditemukan di rerumputan yang berjarak  100 meter dari TKP (tempat kejadian perkara). Belum ada indikasi penyebab kejadian tersebut, karena Polres Sorong masih menunggu hasil visum luar dari pihak RSUD Sorong. Selain itu, tidak ada barang-barang korban yang hilang didalam peti jenazah korban.

Menurut Rudi Hematang, se­laku pihak keluarga kepada Radar Sorong , merasa terkejut melihat kondisi TKP yang sudah dibongkar, petugas tersebut pun segera memberitahukan pihak keluarga. Mengetahui hal itu, pihak keluarga melaporkan ke Kapolres Sorong dan bersama-sama pergi ke TKP.

“Kita pikir kan aman, karena kuburan itu sudah cor waktu pemakaman. Tapi waktu kejadian itu kuburan sudah terbuka, papan, besi itu dibuang jauh. Tapi petinya masih tertutup dan ada di dalam,” ungkapnya.

Sesampainya di sana, karena curiga polisi menyuruh salah satu keluarga untuk membuka peti jenazah. Setelah dibuka, ternyata jenazahnya sudah tidak ada di dalam peti. 5 menit melakukan pencarian, namun belum ditemukan, akhirnya mereka berdoa bersama kemudian mencari lagi dan setelah itu mayat ditemukan di rerumputan yang berjarak 100 meter dari makam itu.

Setelah ditemukan sekitar pukul 07.00 WIT dengan kondisi bagian bawah sudah tidak berpakaian, dan kebaya yang ditarik menutupi wajah, jenazah itu langsung dibawa ke RSUD Sorong dengan menggunakan mobil Ambulance. Sesampainya di RSUD sekitar pukul 12.00 WIT, jenazah tersebut dimasukan ke kamar mayat RSUD.

Hingga pukul 16.00 WIT belum dilaksanakan visum karena pihak RSUD masih menunggu surat pernyataan visum dari Kapolres.“Tadi kita tanya katanya mereka masih dalam perjalanan bawa surat itu, soalnya tadi mati listrik jadi agak lama, ” ungkap kerabat korban.

Sebelumnya korban mening­gal dunia di RSUD Sorong di ruang paviliun pada hari Kamis (9/7) karena mengidap penyakit sinusitis dengan beberapa komplikasi, dan telah dimakamkan pukul 16.30 WIT.

Menurut Fin Hematang keluarga korban yang lain, korban berada di RS baru sekitar seminggu, namun korban telah terbaring sakit semenjak Maret lalu.

”Setelah dilakukan operasi pada November tahun lalu, sinusnya mulai bengkak dari bulan Maret tahun ini, makanya dia tidak mengajar bulan itu, sampai beliau meninggal kemarin,”ungkapnya.

Korban merupakan seorang guru (PNS) di SD Inpres 22 Mariyai, dan memiliki seorang putra lulusan Universitas Victory jurusan Komputer.

“Keluarga berharap, pihak kepolisian cepat menuntaskan masalah ini,”ujar Rudi. [RadarSorong]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah