-->

Pemkab Tolikara Akan Bangun Kembali Kios dan Musala yang Terbakar

KOTA JAYAPURA - Bupati Tolikara Usman Wanimbo akan mengganti semua kerugian kios dan rumah yang dibakar massa dan akan menggelar pertemuan perdamaian antarwarga Muslim dan Kristiani di Karubaga, Tolikara, Papua.

Dalam pertemuan dengan Muspida di Tolikara yang dilakukan Kapolda Irjen Pol Yotje Mende pada Jumat (17/7) dilakukan kesepakatan damai antarakedua belah pihak dan mereka berjanji tak akan memperpanjang masalah kericuhan yang terjadi di Tolikara.

"Pemerintah Kabupaten setempat juga akan membantu pemulihan kesehatan bagi korban tembak pascarusuh tersebut," ujar Yotje di ruang kerjanya kepada wartawan, Sabtu (18/7) sore, usai melakukan kunjungan ke Kabupaten Tolikara.

Kepolisian Daerah Papua mengklaim pelaku pelemparan umat Muslim saat salat Idul Fitri 1436 H di Karubaga, Tolikara, mencapai sekitar 300-500 orang. Massa terus bertambah dan brutal, apalagi saat aparat keamanan berusaha membubarkan massa dengan tembakan peringatan.

Diungkapkan, saat aparat berusaha membubarkan pelaku pelemparan, massa berhamburan disekitar halaman Koramil 1702/Wms, massa memenuhi halaman depan dan belakang koramil.

Saat aparat melakukan upaya pembubaran massa, sekira 500-an massa makin brutal dan melakukan pembakaran kios di sekitar lapangan tempat dilakukan sholat tersebut.

Kios yang pertama dibakar adalah kios bernama Silvia dan kios milik Sutarno yang dibakar bersama dengan mobil Strada miliknya.

Dari pembakaran dua kios ini, api langsung menjalar ke kios-kios lain di sekitarnya, sehingga terjadi kebakaran hebat yang melanda 54 kios yang dimiliki oleh 38 kepala keluarga, termasuk juga menjalar ke musala yang terletak di deretan kios-kios yang dibakar.

"Jadi menurut pengakuan saksi mata, mushola yang berada dideretan kios tak langsung dibakar, tapi api yang melahap mushola berasal dari kios disekelilingnya," kata Yotje.

Saksi mata juga menyebutkan pembakaran kios dilakukan massa karena kekesalan massa ada infomasi yang menyebutkan ada korban dari massa yang tewas terkena luka tembak.

Dari situlah massa mulai beringas dan langsung membakar kios yang memang milik warga yang rata-rata sedang melakukan salat Idul Fitri.

"Kios yang juga menjadi tempat tinggal warga tersebut rata-rata berukuran kecil, luasnya sekitar 4x6 meter. Setelah didata, ada 48 kios milik warga pendatang dan enam kios milik warga asli Tolikara. Bahkan ada keluarga dari Presiden GIDI yang kiosnya ikut dibakar," jelasnya. [Antara]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah