-->

Persekutuan Papua Berdoa (PPB) Gelar Ibadah Pemulihan Bangsa

NETAR (JAYAPURA) - Persekutuan Papua Berdoa (PPB) menggelar ibadah bersama untuk pemulihan bangsa dan berbagai permasalahan di Papua, di lokasi pembangunan Rumah Sakit (RS) Internasional Foromkho, Kampung Netar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, pada Jumat (24/7).
   
PPB terdiri dari para hamba Tuhan, pendeta, majelis, guru jemaat dan penatua dari berbagai denominasi gereja, diantarannya GBI, GKI, GPDI, GKII dan GIDI.
   
Koordinator PPB, Demas Tokoro, usai ibadah mengatakan, kegiatan kerohanian bersama itu untuk pemulihan bangsa Indonesia yang dilaksanakan tiap bulan di lokasi berbeda dan telah rutin dilaksanakan untuk merangkul seluruh masyarakat Papua yang beragama Kristen dalam berdoa, memuja dan menyembah Tuhan.
   
"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi seluruh masyarakat Papua yang Nasrani untuk berkumpul doa bersama, bernyanyi puji-pujian, dan mendapatkan penyegaran rohani dari hamba Tuhan dan Pemulihan itu sesungguhnya mulai dari individu, keluarga bahkan suku bangsa terlebih Papua," katanya.
   
Menurut dia, selain bekerja, manusia juga harus memanjatkan doa agar semua yang dikerjakannya bisa terlaksana sesuai dengan doa yang dipanjatkan.
   
"Berbagai cara kita pakai untuk menyelesaikan misalnya dari pihak aparat berusaha untuk menyelesaikan persoalan maupun para pejabat juga turun lakukan pendekatan-pendekatan untuk selesaikan persoalan-persoalan, tapi persoalan semakin berkembang diatas tanah ini," katanya.
   
Oleh karena itu, lanjut Tokoro, pihaknya tidak bisa tinggal diam, lewat pelayan Tuhan, para Ondofolo Khose (Sebutan tokoh adat Sentani) dan juga para pendeta berkewajiban berdoa agar bisa menolong dan menyelesaikan semua persoalan yang terjadi diatas tanah Papua.
   
"Banyak contoh permasalahan seperti, yang terjadi diatas tanah RS Internasional Fromokho ini, menjadi salah satu pergumulan, yang mana pihhaknya harus berdoa kepada Tuhan supaya bisa membuka hati pejabat terutama Bupati Jayapura untuk mengeluarkan surat ijin lokasi atau IMB, sehingga bisa segera dibangun sesuai dengan harapan semua masyarakat," katanya.
   
Demas juga menambahkan, bukan hanya masalah pembangunan RS Internasional Fromokho saja tetapi masalah di Kabupaten Tolikara juga adalah masalah yang harus digumuli dengan doa, agar semua semua manusia di Papua bisa mencintai kedamaian dan kebersamaan.
   
"Untuk itu, kami juga mendoakan Kabupaten Tolikara agar didalam perjalanan pembangunan baik itu agama serta pemerintahan Kabupaten Tolikara bisa berjalan dengan baik, terus menjunjung tinggi persaudaraan sesuai dengan ajaran kita masing-masing," tambah Demas Tokoro.
   
Sementara itu, Dr Jhon Manansang, selaku penyedia tempat ibadah dan doa bersama itu mengakui bahwa kegiatan yang dikoordinir Demas Tokoro bersama Pdt Lipiyus Biniluk, untuk menghimpun semua denominasi gereja dengan maksud untuk berdoa setiap bulan dari satu tempat ke tempat yang lain guna pemulihan Papua.
   
Dr Jhon yang juga sebagai Direktur RSUD Abepura menyadari, bahwa Papua masih sebagian hidup dalam berhala atau animisme yakni mereka belum 100 persen menyembah kepada Injil Yesus Kristus.
   
"Jadi, tujuan utamanya adalah melepaskan kuasa lain dari adat maupun dari masyarakat supaya seluruh Papua bisa bersatu dalam iman yang teguh dengan harapan dapat diyakini bahwa Papua ini akan dipulihkan. Da ketika Papua dipulihkan itu akan kita lihat perubahan seperti harapan pemerintah kita, yakni Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera," katanya.
   
"Nah, PPB juga berdoa khusus untuk pembangunan RS Internasional Foromokho. Dengan harapan, lewat doa di tempat ini, semoga Tuhan berkenan untuk ikut campur tangan di dalam pergumulan, agar semua pihak mendorong pembangunan rumah sakit ini," lanjutnya. [Antara]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah