Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 30 July 2015

Pertemuan Tokoh Kristen dan Muslim di Tolikara Rumuskan Naskah Perdamaian

KOTA JAYAPURA - Komunitas Muslim Tolikara melakukan pertemuan dengan pemimpin Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) di Sekretariat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua, Jayapura pada Rabu (29/7), malam.

Wakil Komunitas Muslim Tolikara, Imam Masjid Baitul Muttaqin Ali Mukhtar bertemu dengan Presiden GIDI, Pendeta Dorman Wandikbo beserta jajaran pemimpin gereja.

Pertemuan dilakukan  dalam rangka mediasi perdamaian itu diinisiasi oleh Ketua FKUB Papua, Pendeta Lipiyus Biniluk dan Ketua PW Nahdlatul Ulama Papua, Tony Wanggai.

Dorman Wandikbo mengatakan, pihaknya menyesalkan seluruh kejadian di Tolikara. "Kami semua adalah korban, setelah ini banyak umat GIDI di beberapa daerah yang mengalami intimidasi," katanya. GIDI siap melakukan perdamaian sampai seterusnya.

Sementara, Ali Mukhtar mengatakan, puluhan tahun hidup di tanah Papua tidak pernah ada sengketa agama dengan gereja manapun.

"Saya sudah kenal lama dengan pemimpin GIDI di Tolikara, tak ada masalah, Papua tanah damai," katanya.

Ketua FKUB Papua, Pendeta Lipiyus Biniluk meminta semua pihak berdamai. "Mari kembalikan kepada pihak di Tolikara, ini bisa diselesaikan secara adat Papua."

Ketua PW NU Papua, Tony Wanggai meminta agar seluruh kesepakatan bisa dituangkan secara tertulis dan disebarkan kepada khalayak. Ini perlu dilakukan supaya masyarakat luas tahu.

Menjelang tengah malam, mereka semua membentuk Tim Sebelas, yang terdiri dari perwakilan GIDI Tolikara, Muslim Tolikara, dan tokoh lintas agama. Mereka merumuskan naskah perdamaian yang lebih substantif dan berusia panjang agar kejadian yang sama tak terulang lagi di seluruh Tanah Papua. [Republika]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :