-->

Usaha Pengeringan Ikan di Jembatan Puri Tersendat Bahan Baku

KOTA SORONG – Pengusaha pengeringan ikan di Jembatan Puri kesulitan bahan baku ikan karena stok dari nelayan berkurang sejak musim angin selatan. Ditemui Radar Sorong, Selasa (7/7), Abdul Wahid salah satunya, pengelola pengeringan ikan papua Indah Group ini mengaku kondisi yang sedang mendera itu. Dampaknya, pengeringan ikan bakal libur panjang hingga tiga bulan kedepan.

“Mulai awal Juli ini, ikan mulai berkurang, jadi pengeringan pun tidak ada. Ini terakhir kami ambil dari Misol, itupun gelombang tinggi, jadinya basah sebagian ikannya. Sekarang di Misol juga ikan langka, jadi ya ini stok terakhir, sampai 3 bulan lagi baru kita jalan lagi, karena sudah banyak ikan, ”katanya.

Ia membantah jika disebut bahan baku pengeringan ikan dari ikan yang sudah tidak layak jual. Menurutnya, ikan yang dikeringkan berasal dari ikan berkualitas baik, ikan kering itu untuk dijual dan dikonsumsi.

“Karena menurut mereka kualitasnya cukup baik untuk di konsumsi. Tetapi ada juga pedagang lokal, yang ambil disini untuk dijual di pasar,” imbuhnya.

Mereka telah memiliki stok ikan puri kering yang akan dikirim ke luar kota seperti Timika, Nabire dan Jayapura. Jadi setelah kapal masuk nanti tanggal 13 semua stok di dalam ini, akan dikirim, jadi habis sudah. Jadi sekarang kita jual ikan basah saja. Kalo dari segi harga bisa sampai 3 kali lipat dari harga normalnya,” pungkasnya. [RadarSorong]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah