-->

Uskup Ignatius Suharyo Cerahkan Iman TNI dan Polri di Jayapura

KOTA JAYAPURA – Keuskupan Jayapura melakukan pencerahan rohani kepada umat Katolik TNI dan Polri beserta keluarganya di Makodam XVII/Cenderawasih ini dapat dijadikan sebagai motivasi agar anggota TNI/Polri benar-benar menjadi profesional yang memiliki ketahanan mental prima yang berdedikasi tinggi dan rela berkorban demi tetap tegaknya persatuan dan kesatuan bangsa.

Uskup Jayapura, Mgr Prof. Dr.Ignatius Suharyo mengatakan ada 30 keuskupan di Indonesia dan fungsi keuskupan adalah untuk mendukung inisiatif, tetapi pelayanan dilakukan oleh keuskupan teritorial masing-masing wilayah.

“Kegiatan ini dihadiri anggota TNI/Polri segarnisun Jayapura yang beragama Katolik dan pelaksanaanya sangat menarik karena dilakukan secara dialogis,” kata Uskup Suharyo saat melakukan kunjungan ke Kodam XVII/Cenderawasih, Rabu (8/7).

Sementara itu, Pangdam yang diwakili Kasdam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI. Tatang Sualiman menjelaskan, semua prajurit TNI/Polri dan masyarakat Papua beragama, hal ini merupakan keunggulan moral dalam kehidupan masyarakat serta pembinaan mental prajurit dikenal dengan istilah “Tri Bintal Prajurit”, meliputi; pembinaan agama, kejuangan dan idiologi, Implementasi dari pentingnya agama dituangkan dalam Pancasila, UUD 1945, Sapta Marga,Sumpah Prajurit dan Kode etik Perwira.

Diakui Kasdam, bahwa toleransi kehidupan beragama di Kodam Cenderawasih dan umumnya di Papua sangat baik serta harus dipelihara dengan baik. “Diharapkan kita semua menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika, Toleransi, Keadilan dan Gotong Royong dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Disamping itu kita harus dapat mengamalkan ajaran agama dan norma-norma aturan hukum secara benar, sehingga tidak hanya dapat membentengi diri dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar, yang dapat merendahkan martabat diri sendiri.

Bangsa yang sedang menghadapi tantangan seperti yang dialami oleh bangsa Indonesia pada saat ini membutuhkan kemampuan sikap antisipatif dan proaktif seluruh komponen masyarakat, sehingga memiliki visi yang pasti dalam menyikapi suatu perubahan.

Hal ini sejalan dengan adanya perubahan sosial dan kultural yang berdampak pada perkembangan kepribadian dan pola perilaku yang mempengaruhi nilai-nilai yang melekat dalam masyarakat.

Namun demikian, lanjut Kasdam, harus kita sadari bahwa perubahan itu dapat menimbulkan hal positif dan negatif dalam kehidupan masyarakat, antara lain yang berkaitan dengan mentalitas bangsa saat ini dalam menghadapi perubahan tersebut sangat dibutuhkan kondisi mental masing-masing prajurit.

Prajurit yang memiliki ketahanan mental yang rendah akan menghadapinya dengan sikap reaktif emosional. Sikap ini jelas akan merugikan diri sendiri maupun satuan, yang pada akhirnya akan sangat merugikan Citra TNI/Polri.

Salah satu upayanya adalah dengan melaksanakan kegiatan pembinaan mental TNI/Polri seperti yang dilaksanakan sekarang ini. [WiyaiNews]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah