Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 30 July 2015

Yonif 751/Raider akan Bantu Pengangkutan Bantuan Material Pembangunan Fisik di Karubaga

KOTA JAYAPURA - Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 751/Raider Mayor Inf Nova Ismailiyanto mengatakan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNi Fransen G Siahaan perintahkan satuannya untuk membantu mengangkut dan mengirim bantuan material guna pembangunan sarana fisik di Karubaga, Kabupaten Tolikara.

"Prajurit Batalyon 751/Raider dengan bahu membahu mendorong semua bahan bangunan yang dibutuhkan untuk diangkut oleh pesawat hercules pada dua hari lalu di Bandara Sentani," kata Danyonif 751/Raider Mayor Inf Nova Ismailiyanto di Jayapura, Papua, Rabu malam.

Sejumlah bahan bangunan yang dikirim berupa, atap seng sebanyak 5.000 lembar dan paku sebanyak 1.000 Kg.

Bahan material itu, dikirim ke Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, yang selanjutnya diangkut ke Karubaga, Kabupaten Tolikara lewat jalan darat dengan menggunakan truk angkutan yang telah disiapkan oleh Kodam XVII/Cenderawasih.

"Ini merupakan tindak lanjut dari perintah Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan dalam mempercepat pembangunan rumah kios yang terbakar pascainsiden beberapa waktu lalu di Tolikara," katanya.

"Itu merupakan tanggung jawab moril bagi TNI untuk mendukung semua program Pemerintah Pusat, maupun daerah dalam membantu mempercepat pembangunan fasilitas umum demi kesejahteraan masyarakat di Papua," lanjutnya.

Hal ini, kata dia, juga akan menjadi bukti nyata kepada semua informasi yang berkembang bahwa insiden Tolikara, bukanlah menjadi sebuah isu agama, suku, ras atau budaya tetapi hanya merupakan salah paham.

"Walaupun demikian, TNI sebagai alat pertahanan negara akan senantiasa mengawal negara ini sampai titik darah penghabisan, termasuk mendorong dan mempelopori segala usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya," katanya.[Antara]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :