Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 3 August 2015

22 Jurnalis akan Ikut Ekspedisi ke Puncak Carstensz Pyramid

JAKARTA - Sebuah ekspedisi bertajuk “Journalist to Carstensz” akan menjadi pengisi acara peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-70 tahun 2015. Kegiatan tersebut akan melibatkan setidaknya lebih dari 22 jurnalis baik dari dalam maupun dalam negeri.

Selama dua minggu yakni pada 10 hingga 19 Agustus 2015. Tim akan menyambangi berbagai tujuan wisata minat khusus yang memiliki nilai budaya tinggi.

Ekspedisi “Journalist to Carstensz” merupakan kegiatan yang didukung oleh Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Koordinator Kemaritiman, serta PT Freeport atas inisiasi dari Yayasan Somatua.

Tujuan ekspedisi ini diharapkan mampu mempromosikan Papua ke dunia internasional dan mendorong kunjungan wisatawan ke Carstensz.

Kegiatan ekspedisi juga nantinya akan diisi dengan pengibaran bendera Merah Putih dan peletakan prasasti merah putih sebagai wujud kedaulatan NKRI.

Upacara bendera nantinya akan dilakukan di bawah kaki Puncak Carstensz, yaitu Zebra Wall.

Akan ada pula pencanangan pariwisata minat khusus Puncak Carstensz serta kegiatan pemecahan rekor jambore panjat tebing internasional pertama di Indonesia di Lembah Danau-Danau.

Ekspedisi “Journalist to Carstensz” selain mengenalkan pariwisata Papua juga untuk membuat buku tentang keindahan Puncak Carstensz yang isinya nanti dibuat jurnalis.

Ketua Yayasan Somatua Maximus Tipagau mengatakan, pihaknya memiliki harapan yang sangat besar dengan dilaksanakannya ekspedisi ini, karena bisa mempromosikan potensi pariwisata Papua.

Ia juga berharap ke depannya akan adanya pembangunaan infrastruktur dan promosi, termasuk pemberitaan positif mengenai Papua.

“Kami sadar bahwa sektor pariwisata bisa menciptakan dan meningkatkan keamanan, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat Papua," ungkapnya, seperti dilansir situs Wonderful Indonesia.

Selama ini yang mendatangi Carstensz hanya dari pecinta alam, kami ingin adanya pandangan lain, sehingga masyarakat luas bisa lebih mengetahui tentang keindahan Papua.”

Carstensz Pyramid atau Puncak Jaya Wijaya merupakan satu dari lima gunung di muka Bumi yang paling diidamkan pendaki dari seluruh dunia.

Tujuh puncak gunung yang menjadi incaran para wisatawan minat khusus dikenal sebagai The Seven Summit, yaitu Puncak Aconcagua (6.961 meter) di Argentina-Amerika Latin, Puncak Everest (8.848 m) di Himalaya-Nepal, Puncak Elbrus (5.642 m) di Rusia, Puncak Kilimanjaro (5.895 m) di Tanzania-Afrika, Puncak McKinley (6.194 m) di Alaska-USA, dan Puncak Jaya atau Carstensz Pyramid (4.884 m) di Papua-Indonesia.

Carstenz Pyramid amat dikenal oleh para wisatawan petualang. Gunung ini memiliki ketinggian 4.844 meter di atas permukaan laut dan dalam nama bahasa lokalnya adalah Mbainggelah.

DI bawah gunung megah ini ada Taman Nasional Lorentz yang memiliki ekosistem lengkap mulai dari vegetasi Alpin, Sub-Alpin, Montana, Sub-Montana, dataran rendah dan lahan basah.

Terdapat 34 jenis tumbuhan di wilayah ini, mencakup hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, hutan hujan lahan dataran atau lereng, hutan hujan pada bukit, hutan kerangas, hutan pegunungan, padang rumput dan lumut kerak.

Jalur pendakian ke Carstensz yang umum adalah: Sugapa-Ugimba-Tambua-Carstensz dimana memungkinkan pendaki untuk mampir ke desa wisata Ugimba.

Potensi wisata yang bisa digali di kawasan Ugimba cukup beragam, di antaranya ada Sungai Kemabu yang dapat dijadikan lokasi arung jeram, Sungai Nabu yang memiliki aliran terbalik menuju ke arah Gunung Carstensz, sungai berbau harum dan menghasilkan garam, padang golf alami di Putigapa, hingga flora dan fauna endemik seperti anggrek lokal dan hewan endemik langka, yaitu dingiso.

Selain itu, ada pula rute lain masih dengan home base adalah Kota Timika adalah: Timika-Tembagapura-Zebra Wall-Lembah Danau-Danau. [Tribun]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :