Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 24 August 2015

Bulog Diminta Sediakan 50 Ton untuk Keluarga Korban Kecelakaan Trigana Air

loading...
KOTA JAYAPURA - Bulog Divisi Regional (Divre) Papua dan Papua Barat mengaku menerima permintaan beras sebanyak 50 ton dari Pemerintah Provinsi Papua untuk keperluan dapur umum bagi keluarga korban kecelakaan Trigana Air.

Humas Bulog Papua dan Papua Barat, Sari Octavia, mengatakan saat ini permintaan beras itu belum langsung dikeluarkan, menunggu petunjuk lanjutan dari Dinas Sosial Provinsi Papua.

"Pada dasarnya kami siap kapan pun saat diminta. Tetapi pengeluaran beras harus tetap menunggu koordinasi dan prosedur yang ada," jelas Sari Octavia, Minggu (23/8)

Pemprov Papua melalui Dinas Sosial Papua membuat dapur umum untuk kepentingan proses identifikasi korban kecelakaan Trigana Air jenis ATR 42, PK-YRN yang jatuh 16 Agustus lalu di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Dapur umum didirikan di sekitar Gedung Tongkonan, Kotaraja, sekitar 200 meter dari Rumah Sakit Bhayangkara tempat identifikasi korban Trigana.

"Setiap hari yang memasak dan menyediakan makanan di dapur umum sebanyak 10-20 orang petugas," kata Rian, salah satu petugas di dapur umum.

Menu yang disediakannya pun setiap harinya bervariasi, namun tetap memenuhi standar 4 menu sehat 5 sempurna.

"Menu selalu dilengkapi sayur dan lauk-pauk. Makanannya langsung kita bungkus, sehingga keluarga korban atau petugas keamanan yang ikut dalam menjaga proses identifikasi ini, bisa lansung santap makanannya. Dalam sehari, dapur umum ini bisa menyediakan 500 hingga 1000 nasi bungkus," jelas Rian.  [Liputan6]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...