-->

Helikopter TNI AD Diduga Ditembak Saat Lewati Nayaro

KOTA JAYAPURA - Helikopter Bolco milik milik Kodam XVII/Cenderawasih diduga ditembak, Kamis (6/8) pagi di Kabupaten Mimika. Sebuah lubang sebesar peluru ditemukan di badan helikopter. Namun, proyektil belum ditemukan.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Wuryanto menjelaskan, awalnya, helikopter yang dikemudikan Kapten Penerbang I Ketut Adi Saputro didampingi Kopilot Letda Penerbang Adam itu hendak mengantarkan logistik bagi prajurit TNI di Yonif 754/ENK di Pos Jila, Distrik Jila.

Helikopter berangkat dari Bandara Mozes Kilangin Timika pada pukul 06.00 WIT.

"Pukul 07.55 WIT, helikopter sudah mendekati lokasi tujuan. Tetapi, karena cuaca buruk, helikopter tidak berani mendarat," ujar Wuryanto pada Kamis (6/7) malam.

Helikopter sempat berputar-putar di sekitar tujuan untuk mencari celah agar dapat mendarat. Namun, karena cuaca semakin buruk, pilot memutuskan kembali ke Timika.

Saat melewati areal Kampung Nayaro, Distrik Mimika Baru, pilot dan kopilot merasakan adanya benda yang menghantam badan pesawat sebelah kiri. Akibatnya baling-baling heli mengalami kerusakan.

Pukul 08.55 WIT, helikopter mendarat di hanggar Airfast untuk dicek.

Personel pun menemukan lubang mirip lubang hasil tembusan peluru di bagian fuel shell. Tim sampai mengecek dan meneliti dua kali lubang itu.

"Tim menduga lubang itu hasil dari proyektil peluru 5,56 milimeter. Tapi, proyektilnya belum ketemu hingga saat ini," ujar Wuryanto.

Saat ini, lanjut Wuryanto, mekanik Penerbad masih memeriksa keseluruhan bodi helikopter untuk memastikan keberadaan proyektil yang tertinggal.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Pengiriman logistik yang tertunda akan dilakukan menunggu cuaca baik.

"Hanya kena bodi bukan bagian vital. Setelah mendarat lihat ada lubang di bawah," ungkap Wuryanto.

Sebelumnya Panglima Kodam (Pangdam) Cenderawasih, Mayjen TNI Fransen G. Siahaan mengatakan, saat kejadian kru heli sempat mendengar adanya suara mirip tembakan saat melewati areal kali Kopi.

“Kita belum bisa pastikan apakah ada penembakan dan bolongnya baling-baling itu akibat penembakan. Saya sudah perintahkan untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Siahaan.

Setelah mendarat, pemeriksaan dilakukan, dan terdapat satu lobang di baling-baling. Namun belum dapat dipastikan apakah itu akibat tembakan atau penyebab lain.

“Namun belum tentu itu akibat tembakan. Saat ini heli itu sudah berada di Timika, home base,” katanya.

Dijelaskan, heli yang dioperasikan Kodam Cenderawasih ada tiga unit, satu unit heli di Timika dan dua heli Bell di Jayapura. Ketiganya dioperasikan untuk angkutan logistik dan pasukan di pos-pos pengamanan. [Kompas/Papuanesia]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah