Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 27 August 2015

Jamaah Calon Haji asal Papua Barat Tunda Keberangkatan

loading...
MAKASSAR (SULSEL) - Kelompok Terbang (Kloter) empat asal Papua Barat masih menunggu penerbitan tujuh visa dari 450 jamaah calon haji (JCH) yang kini sudah masuk karantina di Asrama Haji Sudiang, Makassar.

Kami berharap agar kebersamaan bisa terus terjaga, artinya sama-sama berangkat dan pulang sama-sama, sehingga penerbitan visa itu sangat kami harapkan," kata Ketua Rombongan 5 Kloter empat Papua Barat Moh Zuhaeri di Asrama Haji, Sudiang, Makassar, Senin.

Dia mengatakan dalam menjalankan ibadah haji memang membutuhkan kesabaran, karena itu apabila memang tidak memungkinkan mendapatkan visa bagi ketujuh rekannya asal Papua Barat, maka diharapkan visanya segera terbit dan dapat diterbangkan pada kloter berikutnya.

Menurut dia, dari informasi yang diperoleh dari petugas haji diketahui jika ketujuh visa itu sudah terbit maka akan dimasukkan ke Kloter lima, bergabung bersama JCH asal Gowa, Sulsel dan Papua Barat.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Sulsel H Iskandar Fellang mengakui, adanya sejumlah JCH yang terpaksa diundur ke Kloter berikutnya.

Sebagai gambaran, Kloter pertama asal Makassar dari 450 JCH, terdapat sekitar 60 yang belum menerima visa hingga jadwal keberangkatan, sehingga kekosongan itu diisi oleh JCH dari Kloter 5 asal Gowa yang sudah menerima visa.

Selanjutnya Kloter kedua terdapat lima JCH yang belum menerima visa dan Kloter tiga terdapat 11 JCH yang belum menerima visa hingga jadwal pemberangkatan ke tanah suci.

Namun setelah ada visanya, Iskandar mengatakan, secara bertahap mereka disisipkan ke Kloter berikutnya. Demikian pula dengan JCH asal Papua Barat yang masih ada tujuh orang JCH belum menerima visa dari Pemerintah Arab Saudi. [Antara]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...